Positif Covid-19 Jumat 28 Agustus Cetak Rekor Baru Tembus 3.003 Kasus

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana swab test dan rapid test COVID-19 secara massal di halaman Gedung KPU, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. Badan Intelijen negara (BIN) bekerja sama dengan Kemenkes menggelar swab tes dan rapid test untuk memetakan kondisi kesehatan pegawai KPU dan Wartawan yang berada di zona merah sekaligus sebagai upaya pencegahan COVID-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Suasana swab test dan rapid test COVID-19 secara massal di halaman Gedung KPU, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. Badan Intelijen negara (BIN) bekerja sama dengan Kemenkes menggelar swab tes dan rapid test untuk memetakan kondisi kesehatan pegawai KPU dan Wartawan yang berada di zona merah sekaligus sebagai upaya pencegahan COVID-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai rekor pada hari ini, 28 Agustus 2020, yakni sebanyak 3.003 kasus.

    Sehingga total kasus menjadi 165.887 kasus dari 162.884 kasus. Adapun untuk pasien sembuh bertambah 2.325 menjadi 120.900 orang dari 118.575 orang.

    Sementara pasien meninggal bertambah 105 orang, menjadi 7.169 orang dari 7.064 orang. Kemudian pemerintah masih mengawasi kasus suspek sebanyak 77.857 orang.

    Dari ribuan kasus baru tersebut, DKI Jakarta menyumbang angka terbanyak dengan pertambahan 869 kasus. Lalu, disusul Jawa Barat dengan 526 kasus baru. Kemudian, 417 kasus baru di Jawa Timur; 242 kasus baru di Jawa Tengah; dan 97 kasus baru di Kalimatan Timur.

    Sementara untuk provinsi yang memiliki penambahan di bawah 10 kasus baru adalah Jambi (6 kasus), Sulawesi Tengah (1 kasus), Lampung (2 kasus), Maluku (4 kasus), Papua Barat (6 kasus), dan Nusa Tenggara Timur (2 kasus).

    Adapun untuk provinsi yang tidak memiliki kasus baru Covid-19 adalah Bengkulu, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.