Satgas NU: Artis Tak Percaya Covid-19 Ganggu Kampanye Masker

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswa menggunakan masker dan pelindung wajah saat mengikuti pembelajaran tatap muka di SDN 06 Pekayon Jaya, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 3 Agustus 2020. Pemerintah setempat telah memberi izin beberapa sekolah percontohan untuk melakukan uji coba pembelajaran tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Siswa yang hadir dalam pembelajaran tatap muka hanya yang diberikan izin oleh wali murid. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Siswa menggunakan masker dan pelindung wajah saat mengikuti pembelajaran tatap muka di SDN 06 Pekayon Jaya, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 3 Agustus 2020. Pemerintah setempat telah memberi izin beberapa sekolah percontohan untuk melakukan uji coba pembelajaran tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Siswa yang hadir dalam pembelajaran tatap muka hanya yang diberikan izin oleh wali murid. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Satgas Covid-19 Nahdlatul Ulama, Muhammad Makky Zamzami, mengatakan serangan figur publik yang tidak percaya Covid-19 mengganggu kampanye penggunaan masker.

    “Serangan dari public figure yang tidak percaya kadang mengganggu ritme kita dalam menyampaikan informasi,” kata Makky dalam diskusi Gerakan Membiasakan Bermasker di akun Youtube BNPB, Jumat, 7 Agustus 2020.

    Penggunaan masker merupakan salah satu penerapan protokol kesehatan demi mencegah penularan Covid-19. Makky mengatakan Nahdlatul Ulama terus aktif dalam mengkampanyekan kebiasaan memakai masker dalam beraktivitas. Salah satu kampanyenya dengan membuat tagline “Saya NU, saya pakai masker”.

    “Semua tokoh-tokoh kita pasangkan dengan quote-quotenya bahwa saya, Gus Mus, Kiai Said, ‘saya NU saya pakai masker’,” ujarnya.

    Menurut Makky, kampanye Nahdlatul Ulama ini gencar dilakukan di level masyarakat bawah. Ia juga belakangan menggerakkan peran ibu-ibu di rumah untuk mengingatkan anggota keluarganya agar memakai masker. “Karena kalau di rumah, ibu yang lebih perhatian. Itu supaya jadi satu perilaku untuk diterapkan.”

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hati-hati, Ada 5 Tempat Rawan Penularan Virus Corona di Kantor

    Penelitian mengumpulkan daftar lima titik risiko penyebaran Covid-19 di kantor. Sejumlah titik penularan virus corona sering kita abaikan.