22 Dokter Residen FK Unair di RSUD Dr Soetomo Terjangkit Covid-19

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

    Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 22 dokter residen peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga terjangkit Covid-19. Mereka sedang menjalani PPDS di Rumah Sakit Dr. Soetomo, Surabaya, Jawa Timur.

    Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Soetojo, membenarkan kabar itu. "Rinciannya berapa saya tidak hafal, tapi tidak sampai 25. Mungkin 15-20 orang," kata Soetojo kepada Tempo, Jumat, 19 Juni 2020.

    Menurut Soetojo, para dokter residen yang positif Covid-19 tidak dalam kondisi yang buruk sehingga perlu diopname. Mereka kini menjalani isolasi mandiri, baik di tempat isolasi yang telah disediakan maupun di tempat tinggal masing-masing.

    Soetojo mengatakan tak bisa dipastikan dari mana mereka tertular Covid-19. Tapi tetap ada kemungkinan mereka terpapar saat sedang dalam perjalanan atau di tempat lainnya.

    Ia juga mengakui kemungkinan besar para PPDS terpapar saat bertugas di rumah sakit. "Sebagian besar sepertinya (terpapar) dari rumah sakit, tapi tidak bisa dipastikan juga."

    Guru besar dan ahli urologi ini mengatakan, FK Unair sebenarnya telah melakukan sejumlah antisipasi untuk melindungi tenaga medis dari kemungkinan terpapar Covid-19. Mereka telah dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) setiap kali bertugas di rumah sakit.

    Menurut Soetojo, tak ada persoalan soal pemenuhan keperluan APD meski level keamanannya berbeda-beda. Ada yang mengenakan APD level 1, ada yang level 2, hingga level 3. APD level 3 biasanya digunakan para tenaga medis yang menangani langsung pasien Covid-19, terdiri dari masker bedah, masker N95, goggle, faceshield, hingga baju hazmat.

    "Sebetulnya kami sudah antisipasi para PPDS itu kalau ke rumah sakit harus pakai APD. Semua harus dilengkapi," ujar Soetojo. Selain itu, dokter residen dengan komorbid juga tak diperbolehkan menangani langsung pasien Covid-19 serta tidak mendapatkan tugas jaga.

    Tempo menghubungi Direktur RS Dr. Soetomo Joni Wahyudi, tetapi belum mendapat tanggapan.

    Sebelumnya, seorang peserta PPDS FK Unair, Miftah Fawzy Sarengat meninggal pada 10 Juni 2020 dengan status positif Covid-19. Miftah merupakan Chief of Residen Ilmu Penyakit Dalam FK Unair dan RS Dr Soetomo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BUMN Bio Farma Produksi Vaksin Virus Corona 2021, Ada Syaratnya

    Bio Farma memerlukan akan produksi vaksin virus corona awal 2021 bila semua syarat terpenuhi. BUMN itu bekerja sama dengan Sinovac Biotech Ltd.