Miftah Sarengat, Dokter Residen Pertama yang Wafat Karena Covid

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokter dan tenaga medis memastikan kenyamanan dan keamanan Alat Pelindung Diri (APD) sebelum memasuki ruang isolasi di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet Jakarta, Jumat 15 Mei 2020. Dokter dan tenaga medis harus dipastikan keamanan APD, mulai dari memakai hingga melepas melalui prosedur yang ketat untuk menghindari tertular virus Covid-19, selain itu petugas medis juga memerlukan usaha yang besar karena harus menahan panas hingga buang air kecil selama kurang lebih 8 jam lamanya. TEMPO/Nurdiansah

    Dokter dan tenaga medis memastikan kenyamanan dan keamanan Alat Pelindung Diri (APD) sebelum memasuki ruang isolasi di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet Jakarta, Jumat 15 Mei 2020. Dokter dan tenaga medis harus dipastikan keamanan APD, mulai dari memakai hingga melepas melalui prosedur yang ketat untuk menghindari tertular virus Covid-19, selain itu petugas medis juga memerlukan usaha yang besar karena harus menahan panas hingga buang air kecil selama kurang lebih 8 jam lamanya. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyebut Miftah Fawzy Sarengat merupakan dokter residen pertama yang meninggal di tengah pandemi Covid-19. Dokter residen adalah mereka yang sedang menjalani pendidikan spesialis.

    “Beliau dokter residen pertama yang meninggal. Kita ketahui dokter di bidang penyakit dalam adalah salah satu garda depan dalam pelayanan Covid-19,” kata Humas PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Halik Malik, Rabu, 10 Juni 2020.

    Miftah adalah Chief of Residen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan Rumah Sakit Soetomo Surabaya. 

    “Dokter Miftah dikabarkan wafat tadi pagi pukul 10.00 di RS Soetomo Surabaya. Telah dirawat di RS sejak Kamis malam dengan hasil pemeriksaan swab positif Covid-19,” kata Halik 

    Halik menyampaikan PB IDI berbelasungkawa atas meninggalnya Miftah. Menurut Halik, Miftah kini tengah dalam proses pendidikan spesialis. Ia bahkan akan menjalani ujian akhir.

    Miftah, kata dia, turut aktif melayani pasien di Rumah Sakit Soetomo. Namun riwayat bagaimana Miftah terpapar Covid-19 masih ditelusuri. Halik menambahkan, Miftah akan dimakamkan di Magetan, Jawa Timur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.