Putri Gus Dur Minta Institusi Negara Tak Alergi Kritik Via Humor

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid, usia menghadiri upacara HUT Bhayangkara ke-73 di Lapangan Monas, Jakarta, 10 Juli 2019. Tempo/Friski Riana

    Putri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid, usia menghadiri upacara HUT Bhayangkara ke-73 di Lapangan Monas, Jakarta, 10 Juli 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Putri Presiden Indonesia ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Zanubah Arrifah Chafsoh alias Yenny Wahid, mengatakan humor merupakan salah satu kekuatan bangsa Indonesia.

    Ia pun meminta institusi negara tidak perlu kelewat sensitif menyikapi kritik yang disampaikan lewat humor.

    "Yang dikritik di Indonesia bukan cuma satu institusi saja. Hampir semua institusi di negara kita sering dijadikan bahan humor. Anggota DPR kurang sering apa dijadikan bahan humor oleh komika, institusi kepresidenan, menteri kabinet, dan sebagainya, itu biasa," katanya, Kamis, 18 Juni 2020.

    Yenny Wahid menilai setiap lembaga negara harus menjadikan kritik yang disampaikan lewat humor sebagai sarana untuk introspeksi diri. Jika mereka tidak bereaksi berlebihan dan menyikapinya dengan dewasa, maka masyarakat akan hormat.

    Sebelumnya Polres Kepulauan Sula memanggil seorang warga bernama Ismail Ahmad. Polisi mempermasalahkan status Facebook Ismail yang mengutip humor Gus Dur tentang tiga polisi jujur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan

    Komisi Pemilihan Umum siap menggelar Pemilihan Kepada Daerah Serentak di 9 Desember 2020. KPU prioritaskan keselamatan masyarakat dalam Pilkada 2020.