Pemeriksaan Pengunggah Guyon Gus Dur Dianggap Melangggar HAM

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota MPR Arsul Sani mengatakan saat ini dari Fraksi Partai PPP mengusulkan sejumlah nama untuk duduk di pimpinan MPR RI.

    Anggota MPR Arsul Sani mengatakan saat ini dari Fraksi Partai PPP mengusulkan sejumlah nama untuk duduk di pimpinan MPR RI.

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Hukum atau Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Arsul Sani mengkritik langkah Kepolisian Resor Kepulauan Sula, Maluku Utara memeriksa pria pengunggah guyon Gus Dur ihwal tiga polisi jujur.

    Arsul menyoroti langkah polisi yang membawa pria bernama Ismail Ahmad itu ke kantor polisi tanpa prosedur pemanggilan terlebih dulu.

    "Meskipun tidak diakui sebagai penangkapan, itu hakikatnya adalah tindakan pelanggaran HAM karena memaksa orang ikut ke kantor polisi tanpa prosedur pemanggilan," kata Arsul melalui pesan singkat, Kamis, 18 Juni 2020.

    Arsul mengatakan mestinya Polres Sula bisa lebih elegan dalam bertindak jika unggahan itu dianggap sebagai dugaan tindak pidana atau tindakan yang meresahkan.

    ADVERTISEMENT

    Merujuk Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), posedurnya yakni pemanggilan minimal tiga hari sebelumnya dalam rangka penyelidikan.

    Menurut Arsul, unggahan itu juga bukan dugaan tindak pidana yang harus segera ditangani supaya tak melarikan diri atau menghilangkan barang bukti. "Begitu akun FB-nya sudah di-captured, maka alat bukti ya enggak hilang," kata Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat ini.

    Arsul pun meminta Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Idham Azis memberikan arahan kepada anggota polisi agar tak menyalahgunakan kewenangan untuk melakukan upaya paksa.

    Dia juga mengingatkan, salah satu misi Polri dalam menangani tindak pidana yang bukan kejahatan dengan kekerasan (jatanras) adalah keadilan restoratif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.