Jubir PKS Puji-puji Sistem Pemilu Proporsional Tertutup

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pipin Sopian, calon legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera. Awal karier politiknya dimulai dari staf ahli DPR. Foto: Pipin Sopian

    Pipin Sopian, calon legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera. Awal karier politiknya dimulai dari staf ahli DPR. Foto: Pipin Sopian

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara PKS (Partai Keadilan Sejahtera) Pipin Sopian mengajak partai-partai politik mulai melirik sistem pemilu proporsional tertutup untuk diterapkan pada Pemilu 2024.

    Sistem proporsional tertutup dinilai PKS memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya memudahkan pemilih, lebih akurat dalam penghitungan suara, dan efisiensi dalam penyelenggaraan pemilu.

    “Sistem ini menyebabkan biaya pemilu yang lebih murah dan pelaksanaan pemilu yang lebih mudah sehingga dapat menghemat anggaran negara, partai, dan caleg,” kata Pipin dalam keterangan tertulisnya hari ini, Selasa, 9 Juni 2020.

    Menurut Pipin, sistem pemilu proporsional tertutup juga dapat mengurangi risiko kematian penyelenggara pemilu karena rumitnya rekapitulasi suara.

    Keunggulan lainnya, menjamin penguatan organisasi partai politik, mendorong proses kaderisasi, serta regenerasi partai yang sehat dan terencana.

    “Sistem ini juga dapat menjamin seleksi kandidat berbasis kualitas dan kapasitas (bobot, bibit dan bebet)."

    Meski begitu, Pipin menyampaikan bahwa PKS belum memutuskan secara resmi akan mendukung sistem pemilu proporsional tertutup atau terbuka. 

    Menurut Pipin, PKS masih mengevaluasi pelaksanaan sistem pemilu proporsional terbuka yang sudah diterapkan sejak 2009.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Jalan Terus, Ada Usulan Perihal Pelaksanaan dalam Wabah Covid-19

    Rapat kerja antara DPR, Pemerintah, KPU, Bawaslu dan DKPP menyepakati bahwa Pilkada 2020 berlangsung 9 Desember 2020 dengan sejumlah usulan tambahan.