Jokowi Kucurkan Rp 34 T untuk Subsidi Kredit Petani dan Nelayan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) berbincang dengan petani padi Adan di Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis 19 Desember 2019. Presiden dalam kunjungan kerjanya meninjau padat karya berupa pembangunan saluran irigasi untuk pertanian padi Adan di Krayan. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Presiden Joko Widodo bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) berbincang dengan petani padi Adan di Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis 19 Desember 2019. Presiden dalam kunjungan kerjanya meninjau padat karya berupa pembangunan saluran irigasi untuk pertanian padi Adan di Krayan. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan telah menyiapkan stimulus Rp 34 triliun untuk pembayaran cicilan dan juga mensubsidi bunga kredit bagi petani dan nelayan.

    Pemberian insentif ini dilakukan untuk meringankan biaya produksi bagi petani dan nelayan selama masa pandemi Covid-19.

    “Kami sudah putuskan, sudah berjalan, pemerintah telah menyiapkan Rp 34 triliun untuk merelaksasi pembayaran angsuran dan pemberian subsidi bunga kredit,” kata Jokowi saat membuka Rapat Terbatas (Ratas)  Insentif Bagi Petani dan Nelayan Dalam Rangka Menjaga Ketersediaan Bahan Pokok di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 28 Mei 2020.

    Insentif fiskal dari pemerintah ini akan disalurkan melalui program Kredit Usaha Rakyat, PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar), Kredit Ultra Mikro Pegadaian, dan juga program di perusahaan pembiayaan lainnya.

    Selain itu, kata Jokowi, terdapat penundaan angsuran dan pemberian subsidi melalui program di Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPM UKP), Calon Petani Calon Lokasi (CPCL), ataupun dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kementerian Pertanian (Kementan).

    Sedangkan stimulus dari instrumen non-fiskal, pemerintah akan menjamin kelancaran rantai pasok dengan ketersediaan bibit, pupuk dan alat produksi bagi petani dan nelayan. “Kami berharap usaha pertanian dan perikanan ini lebih baik melalui ketersediaan bibit, pupuk alat-alat produksi,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.