Jawa Timur Jajaki Pembuatan Massal APD Produksi UMKM

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelaku usaha konveksi menunjukkan sampel pakaian APD (alat Pelindung Diri) kesehatan yang telah selesai produksi di UKM Tulip Craft, Tulungagung, Jawa Timur, Jumat, 27 Maret 2020. Sebanyak 10 ribu setel pakaian alat pelindung diri berbahan

    Pelaku usaha konveksi menunjukkan sampel pakaian APD (alat Pelindung Diri) kesehatan yang telah selesai produksi di UKM Tulip Craft, Tulungagung, Jawa Timur, Jumat, 27 Maret 2020. Sebanyak 10 ribu setel pakaian alat pelindung diri berbahan "polypropilene spunbond" diproduksi oleh UKM setempat untuk selanjutnya akan disumbangkan ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bogor sebagai sarana APD tim medis dalam penanganan wabah COVID-19 (Corona Virus Disease). ANTARA

    TEMPO.CO, Malang - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuat alat pelindung diri atau APD bagi tenaga medis yang merawat pasien positif Corona. APD tersebut menggunakan bahan berupa parasut ripstop T190 atau Poly Propylene Spun Bonded.

    Pakaian tersebut kedap tak bisa tembus cairan yang bisa menularkan virus sehingga aman dan cocok bagi petugas medis yang menangani pasien Corona.

    Ketua Satgas Covid-19 Rumah Sakit UMM Thontowi Djauhari menjelaskan sejumlah pihak telah menjajaki untuk memproduksi massal. Salah satunya adalah Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

    "Pemprov Jawa Timur meminta blue print desain APD coverall. Bisa menggerakkan UMKM untuk produksi massal mencukupi kebutuhan tenaga medis," kata Thontowi, Rabu 1 April 2020.

    Untuk memproduksi setiap APD, dibutuhkan biaya sebesar Rp 200 ribu. Sedangkan harga APD biasa bukan standar virus Corona sebesar Rp 50 ribu.

    Kebutuhan APD di RS UMM, kata Thontowi, telah tercukupi. Sedangkan sebagai salah satu rumah sakit rujukan menghadapi wabah Corona, disiapkan termasuk jika terjadi lonjakan pasien selama sebulan ke depan.

    Setiap menangani seorang pasien, paling tidak dibutuhkan 18 APD coverall. Diperhitungkan mulai UGD, poli, ruangan dengan tiga shift. "Minimal rumah sakit menyediakan 1.000 APD," kata Thontowi.

    Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan pengadaan APD harus berhati-hati. APD harus sesuai dengan standar keamanan tinggi agar tenaga medis tak tertular. "Harus sangat hati-hati, untuk keperluan medis tidak bisa asal ada,” ujarnya.

    Emil menyebut Pemprov Jatim telah meminta cetak biru APD Overall untuk diproduksi massal dengan melibatkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.