Jemaah Cerita Kondisi di Madinah Setelah Ada Larangan Umrah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Halal Expo Indonesia 2018 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat, 21 September 2018. Pameran haji dan umrah serta wisata halal tersebut diikuti perusahaan internasional yang bergerak di bidang haji dan umrah serta perwakilan internasional yang terdiri atas maskapai penerbangan. TEMPO/Tony Hartawan

    Suasana Halal Expo Indonesia 2018 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat, 21 September 2018. Pameran haji dan umrah serta wisata halal tersebut diikuti perusahaan internasional yang bergerak di bidang haji dan umrah serta perwakilan internasional yang terdiri atas maskapai penerbangan. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, JakartaJemaah umrah asal Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Endradi Prayogo, 45 tahun, menceritakan kondisi Kota Madinah, Arab Saudi, setelah ada informasi pemerintah setempat melarang masuk untuk sementara jemaah susulan.

    Arab Saudi memberlakukan kebijakan ini untuk mengantisipasi masuknya wabah virus corona yang dibawa jemaah.

    Menurut Endradi, kondisi Kota Madinah sendiri sejauh ini masih normal. Jemaah umrah beribadah dengan wajar. “Soal informasi ada penutupan untuk jemaah umrah, kami yang di Madinah belum mendapat informasi resmi,” kata dia saat dihubungi, Kamis, 27 Februari 2020.

    Endradi, yang berangkat melalui biro travel  PT Indo Rihlah Utama, Tambaksumur, Sidoarjo itu menuturkan memang sebagian besar jemaah  mengenakan masker dalam aktivitas ibadahnya. Namun pemakaian masker itu tidak berkaitan dengan virus corona, melainkan lantaran udara dingin. “Tadi pagi bahkan suhunya mencapai 12 derajat Celcius,” kata Endradi.

    Dia juga berujar bahwa hotel-hotel tempat menginap jemaah disemprot dan dibersihkan dengan desinfektan oleh petugas dinas kesehatan kota setempat. Meski demikian, kata dia, belum ada pembatasan-pembatasan dalam hal kegiatan jemaah.

    “Hotel tempat saya menginap juga disemprot desinfektan. Kata petugasnya, penyemprotan itu instruksi pemerintah pusat. Tadi mau saya potret keburu selesai nyemprotnya,” ujar Endradi yang berangkat umrah bersama istrinya.

    Pimpinan Indo Rihlah Utama, Umar Said, mengatakan rombongannya telah berada di Madinah selama lima hari. Selama itu pula, kata dia, jemaah yang ia bawa dalam kondisi sehat. “Besok kami menuju Mekah,” kata Umar Said.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.