Abdul Somad di KPK, Ketua: Ada Foto 2 Jari Seperti Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Agus Rahardjo, merilis sketsa terduga pelaku penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, di gedung KPK, Jakarta, 24 November 2017. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian berharap Kepala Kepolisian RI, Komisaris Jenderal Idham Azis, bisa bertugas lebih baik ketimbang dirinya. Dengan kepemimpinan Idham, Tito berharap polisi bisa menuntaskan pengungkapan kasus penyerangan air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua KPK Agus Rahardjo, merilis sketsa terduga pelaku penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, di gedung KPK, Jakarta, 24 November 2017. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian berharap Kepala Kepolisian RI, Komisaris Jenderal Idham Azis, bisa bertugas lebih baik ketimbang dirinya. Dengan kepemimpinan Idham, Tito berharap polisi bisa menuntaskan pengungkapan kasus penyerangan air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Agus Rahardjo pimpinan dibanjiri pertanyaan dari pelbagai pihak setelah kedatangan Abdul Somad di masjid KPK pada Selasa lalu.

    Dia menuturkan seusai kajian oleh Abdul Somad banyak foto yang beredar di publik. Banyak jemaah yang berpose foto seolah pemilu belum selesai.

    Agus Rahardjo mengatakan banyak dari mereka yang mengacungkan simbol dua jari -- laiknya pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019.

    "Pimpinan KPK sangat menyesalkan hal ini," tutur Agus Rahardjo Agus dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo pada hari ini, Jumat, 22 November 2019.

    Dia mengatakan pimpinan KPK telah melarang pegawai mengundang Abdul Somad. Namun pengurus Badan Amal Islam KPK (BAIK) melanggar perintah tersebut.

    Pemberitahuan rencana kedatangan Abdul Somad disampaikan oleh pegawai kepada dua orang pimpinan KPK yang beragama Islam, salah satunya Agus.

    "Kami berdua melarang UAS (Ustad Abdul Somad) diundang," kata Agus Rahardjo.

    Abdul Somad tetap menjadi pengisi kajian zuhur di Masjid Al Ikhlas, lantai III Gedung KPK, pada Selasa lalu, 19 November 2019. Maka pimpinan KPK berencana memeriksa pegawai yang mengundang Abdul Somad.

    "Pemeriksaan soal kemungkinan insubordinasi anggota staf KPK kepada pimpinannya," ucap Agus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.