Ngabalin: Serangan Terhadap Wiranto Jauh dari Ajaran Islam

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin di rumah duka BJ Habibie, Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, Rabu malam, 11 September 2019. TEMPO/Lani Diana

    Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin di rumah duka BJ Habibie, Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, Rabu malam, 11 September 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menilai penusukan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto oleh JAD adalah perbuatan brutal dan biadab.

    "Ini peristiwa pertama kali dalam sejarah republik Indonesia ada pejabat negara, pemerintah, Menko, diserang dengan cara brutal, diserang dengan cara biadab," kata Ngabalin di RSPAD Gatot Subroto pada Kamis, 10 Oktober 2019.

    Ngabalin mengatakan, serangan ini tidak berperikemanusiaan dan jauh dari ajaran agama islam yang damai dan santun. Menurut dia, Islam mengajarkan kedamaian dengan saling menghormati.

    Dia pun khawatir, kejadian seperti Wiranto bisa menimpa pejabat lain. "Karena itu tidak ada cara lain yang dilakukan, pak Presiden menyebutkan harus ditindak tegas, dicari setuntasnya. Atas nama pemerintah saya meminta dukungan masyarakat ya," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.