RUU Pertanahan Resmi Batal Disahkan DPR Periode Ini

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Akrtivis Front Perjuangan Rakyat (FPR) membawa pamplet saat melaksanakan unjuk rasa memperingati Hari Tani Nasional 2019 di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, 24 September 2019. Aksi yang juga diikuti sejumlah elemen mahasiswa itu menuntut agar harga hasil produksi para petani dilindungi, penuntasan reforma agraria, penyelesaian konflik agraria yang melibatkan perusahaan besar, dan revisi UU Pertanahan yang dinilai berwatak liberal. ANTARA

    Akrtivis Front Perjuangan Rakyat (FPR) membawa pamplet saat melaksanakan unjuk rasa memperingati Hari Tani Nasional 2019 di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, 24 September 2019. Aksi yang juga diikuti sejumlah elemen mahasiswa itu menuntut agar harga hasil produksi para petani dilindungi, penuntasan reforma agraria, penyelesaian konflik agraria yang melibatkan perusahaan besar, dan revisi UU Pertanahan yang dinilai berwatak liberal. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Rancangan Undang-undang Pertanahan (RUU Pertanahan) resmi batal disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI periode ini. Hal ini disepakati oleh DPR dan pemerintah dalam hal ini diwakili Menteri ATR Sofyan Djalil dalam rapat kerja di Komisi II DPR, Kompleks Parlemen, Senayan pada Kamis, 26 September 2019.

    "Berdasarkan draft terakhir, presiden minta ditunda, jadi jika mungkin nanti, pembahasan dilanjutkan oleh DPR periode mendatang," ujar Sofyan Djalil di Kompleks Parlemen, Senayan pada Kamis, 26 September 2019.

    "Baik, pemerintah mengusulkan sedianya pengambilan keputusan tingkat I supaya ditunda. Apakah kita setuju untuk ditunda?" ujar Ketua Komisi II, Zainuddin Amali selaku pimpinan sidang.

    "Setuju," ujar peserta sidang.

    "Baik, jadi kita resmi menunda pengambilan keputusan tingkat I dan di-carry over ke periode mendatang," ujar Amali.

    RUU Pertanahan ini memang merupakan salah satu produk legislasi yang banyak dikritik masyarakat. RUU ini dinilai hanya menguntungkan pemilik modal dan tidak sesuai semangat dengan reformasi agraria.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.