Moeldoko: Akan Ada Kelompok yang Memanfaatkan Pengumpulan Massa

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Moeldoko. REUTERS/Beawiharta

    Moeldoko. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta-Ketua Harian Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi-Ma’ruf Amin, Moeldoko, mengatakan akan ada kelompok yang memanfaatkan pengumpulan massa. Ia pun mengimbau agar masyarakat tidak berkumpul karena dapat merugikan.

    “Saya ingin menjelaskan, ya, bahwa ada upaya sistematis yang akan memanfaatkan situasi kalau terjadi pengumpulan massa. Ini harus dipahami betul oleh semua pihak. Rencana ini bukan main-main. Sungguhan. Ada sekelompok tertentu yg ingin situasi dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujar Moeldoko di Media Center Jokowi-Ma’ruf, Jalan Cemara, Jumat 17 Mei 2019.

    Baca Juga: Kubu Prabowo Paparkan Kecurangan Pemilu, Ini Imbauan Moeldoko

    Untuk itu Moeldoko mengimbau seuruh masyarakat agar tidak perlu berkumpul di satu tempat agar tidak dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu ini. Namun Moeldoko enggan menjelaskan siapa sebetulnya kelompok ini. Apakah dari kelompok yang berkontestasi di pilpres ataukah di luar kelompok tersebut.

    “Sudah, kita tunggu saja. Tidak perlu saya sampaikan dan jelaskan secara detail. Tapi saya perlu sampaikan bahwa ada upaya utk membuat situasi jadi tidak baik,” ucapnya.

    Rencana pengumpulan massa dalam skala besar belakangan direncanakan oleh Persaudaraan Alumni 212. Mereka berencana menggelar Ifthor Akbar 212 pada 21 dan 22 Mei 2019 untuk menuntut Komisi Pemilihan Umum (KPU) menghentikan mengumumkan hasil penghitungan suara. Aksi ini rencananya digelar langsung di depan kantor KPU.

    Simak Juga: Moeldoko: Saya Harus Tegas, Ini Negara Hukum Bukan Negara Ijtima

    “Tuntutan agar KPU stop mengumumkan hasil penghitungannya. Karena sudah dipastikan akan mengumumkan untuk kemenangan 01 (Jokowi - Ma’ruf Amin). Karena diduga kuat telah melakukan kecurangan yang tersistem,” ujar juru bicara PA 212, Novel Bamukmin, saat dihubungi Kamis, 16 Mei 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.