Tim Wiranto: Ucapan Kivlan Zen - Eggi Sudjana Penuhi Unsur Pidana

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, 13 Mei 2019. Kivlan Zen diperiksa sebagai saksi atas dugaan penyebaraan berita bohong dan dugaan makar. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, 13 Mei 2019. Kivlan Zen diperiksa sebagai saksi atas dugaan penyebaraan berita bohong dan dugaan makar. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil kajian Tim Asistensi Hukum bentukan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyebut ucapan Kivlan Zen dan Eggi Sudjana memenuhi unsur-unsur pidana.

    Baca: Tim Wiranto Kaji Ujaran Tokoh: Ada Rizieq Shihab - Amien Rais

    Mereka sepakat ucapan Kivlan dan Eggi mengandung makar. "Ya kami kaji. Dan memang ada unsur-unsur pidana," kata Staf Khusus Menteri Koordinator Polhukam Bidang Hukum dan Perundang-undangan yang juga menjadi anggota Tim Asistensi Hukum, Romli Atmasasmita, saat dihubungi, Selasa, 14 Mei 2019.

    Meski baru mengkaji secara umum, Romli mengatakan unsur tersebut sesuai dengan yang dituduhkan polisi kepada mereka yakni makar. Kasus ini pun, menurut Romli, sudah didalami oleh kepolisian. Dan hasil kajian mereka sudah sesuai dengan yang dimiliki polisi. "Dari diskusi kami sudah kuat unsur-unsurnya. Sudah memenuhi apa yang dituduhkan polisi, sudah terpenuhi," tutur Romli.

    Sesuai dengan tugas mereka, Romli mengatakan hasil rapat pada Senin, 13 Mei 2019 tersebut sudah direkomendasikan kepada kepolisian dan dilaporkan kepada Wiranto. "Supaya polisi yakin betul unsur pidananya terpenuhi dan tindak pidana apa yang dilakukan," kata dia.

    Dua nama ini sebelumnya dilaporkan ke kepolisian dengan tuduhan makar. Eggi Sudjana bahkan sudah menjadi tersangka. Sedangkan Kivlan sempat dicekal saat hendak pergi ke luar negeri.

    Eggi sebelumnya dilaporkan ke Mabes Polri dan Polda Metro Jaya karena isi videonya menyerukan people power terkait hasil pilpres. Laporan ke Mabes Polri dilakukan Supriyatno, relawan Jokowi-Ma’ruf Center (Pro Jomac). Sedang pengaduan ke Polda Metro oleh caleg PDIP Dewi Ambarwati. Ia ditangkap saat sedang menjalan iproses pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Selasa 14 Mei pagi.

    Sementara Kivlan dilaporkan seseorang bernama Jalaludin ke Bareskrim Polri pada Selasa, 7 Mei 2019. Kivlan dituduh menyebarkan berita bohong dan berniat makar terhadap pemerintah. Laporan tersebut tercatat dalam nomor laporan LP/B/0442/V/2019/Bareskrim tertanggal 7 Mei 2019.

    Simak juga: Kata Masyarakat Sipil Soal Tim Asistensi Hukum Bentukan Wiranto

    Selain Kivlan dan Eggi, Tim Asistensi Hukum ini juga sudah memiliki 13 daftar laporan yang akan mereka kaji. Termasuk di dalamnya ada politikus Gerindra, Permadi, Rizieq Shihab, dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais. "Besok Senin kami bahas perdalam lagi. Jadi kerja kami itu 13, baru empat atau lima yang sudah diperdalam, kan waktunya sempit juga bulan puasa lagi," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.