Mahfud MD: Kalau Pemimpin Lemah, Kedaulatan Bangsa Diremehkan

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Mahfud MD. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menyampaikan bahwa masyarakat yang menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Umum merupakan bentuk patriotisme terhadap bangsa dan negara.

Baca juga: Mahfud MD: Karena Pemilu Orang Saling Mengkafirkan

"Memilih pemimpin sangat penting dan itulah sikap patriotisme kita sekarang," ujarnya di sela diskusi "Jelajah Kebangsaan" yang digelar Gerakan Suluh Kebangsaan di Stasiun Gubeng Surabaya, Kamis, 21 Februari 2019.

Menurut dia, menunjukkan sikap sebagai seorang patriotisme zaman sekarang sudah bukan hadir di medan perang, lalu melawan penjajah atau perang secara konvensional. Selain itu, kata dia, yang menjadi lawan rakyat Indonesia saat ini adalah perang diplomasi, perdagangan hingga perang melawan hoaks atau kabar bohong.

"Kalau cinta ke bangsa, jangan berpikir pernah beli kapal perang berapa, senjatanya apa, tapi yang dibutuhkan adalah otak diplomasi dari seorang pemimpin dan wakil rakyat yang benar pada Pemilu," ucapnya. Dari Pemilu, lanjut dia, akan lahir pemimpin dan anggota parlemen yang bisa melindungi rakyatnya, sebab jika memilih pemimpin lemah maka kedaulatan bangsa ini diremehkan. "Semisal ada persoalan dengan negara lain, lalu kalau pemimpin lemah, bahkan tidak benar maka akan menyebabkan kedaulatan negara digerus bangsa lain," kata tokoh asal Madura tersebut.

Sementara itu, khususnya Pemilihan Presiden 2019, Mahfud MD meminta memilih satu di antara dua pasangan calon yang dianggap paling baik. "Kalau keduanya dianggap bagus maka pilih yang paling bagus, tapi kalau menganggap semuanya jelek maka cari yang jeleknya paling sedikit," katanya.

Baca juga: Mahfud MD: Di Zaman Orba, Saudara Bisa Hilang Kalau Macam-macam

Di tempat sama, pengasuh pondok pesantren Progresif Bumi Shalawat KH Agoes Ali Masyhuri mengimbau perbedaan pilihan pada Pemilu jangan dianggap sebagai lawan, tapi justru sebagai penguat persatuan dan kesatuan. Gus Ali, sapaan akrabnya, mengaku optimistis pada 2045 Indonesia akan menjadi kiblat peradaban dunia. "Asalkan dengan catatan, bangsa Indonesia harus bersatu dan jangan mau diadu domba," katanya.

Diskusi jelajah kebangsaan bertajuk "Meneladani Patriotisme Arek Surabaya Bagi Indonesia Emas 2045" di Surabaya merupakan seri ke-8 yang dimulai dari Merak, Banten, dan akan diakhiri di Banyuwangi, Jawa Timur. Turut hadir sebagai pembicara selain Mahfud MD dan Gus Ali, yakni Alissa Wahid (putri Gus Dur), Prof KH Abdul A'la, Prof Dr Syamsul Arifin, serta dibuka oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.






Sahabat Hakim Wahyu Kecam Pihak yang Coba Ganggu Independensi Majelis Kasus Ferdy Sambo

9 jam lalu

Sahabat Hakim Wahyu Kecam Pihak yang Coba Ganggu Independensi Majelis Kasus Ferdy Sambo

Jayadi mengatakan banyak kabar di media sosial yang berusaha mendiskreditkan hakim Wahyu Iman Santoso selaku ketua majelis hakim kasus Ferdy Sambo.


Soal Gerakan Bawah Tanah Membebaskan Ferdy Sambo, Mahfud Md: Tunggu Vonis

17 jam lalu

Soal Gerakan Bawah Tanah Membebaskan Ferdy Sambo, Mahfud Md: Tunggu Vonis

Menurut Mahfud Md, ada yang bergerilya ingin Ferdy Sambo dibebaskan, ada pula yang ingin Sambo dihukum.


Soal Gerakan Bawah Tanah, Kuasa Hukum Ferdy Sambo: Silakan Tanya Mahfud Md, Beliau Kan Mahatahu

2 hari lalu

Soal Gerakan Bawah Tanah, Kuasa Hukum Ferdy Sambo: Silakan Tanya Mahfud Md, Beliau Kan Mahatahu

Arman Hanis tak mau menanggapi ucapan Mahfud Md yang menyebut ada gerakan bawah tanah untuk Ferdy Sambo.


Kompolnas Tengarai Ada Manuver Bebaskan Ferdy Sambo, Kuasa Hukum: Buktikan Saja

3 hari lalu

Kompolnas Tengarai Ada Manuver Bebaskan Ferdy Sambo, Kuasa Hukum: Buktikan Saja

Kuasa Hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis, menanggapi Kompolnas ihwal ada manuver bebaskan kliennya dari jerat hukum.


Kompolnas Peringatkan Ferdy Sambo Masih Punya Loyalis yang Punya Utang Budi

3 hari lalu

Kompolnas Peringatkan Ferdy Sambo Masih Punya Loyalis yang Punya Utang Budi

Menurut Ketua Kompolnas Benny Mamoto, Ferdy Sambo masih punya jaringan dan loyalis, yaitu pihak yang pernah merasa dibantu.


Mahfud Sebut Dakwah yang Lentur dan Dekat dengan Budaya Lokal Jadi Kunci NU Bertahan 100 Tahun

4 hari lalu

Mahfud Sebut Dakwah yang Lentur dan Dekat dengan Budaya Lokal Jadi Kunci NU Bertahan 100 Tahun

Mahfud MD mengatakan dakwah yang lentur dan mampu menyesuaikan kebutuhan masyarakat menjadi kunci bagi Nahdlatul Ulama (NU)


Mahfud Md Sebut Ada yang Gerilya Ingin Ferdy Sambo Bebas, Ada Juga yang Ingin Dihukum

6 hari lalu

Mahfud Md Sebut Ada yang Gerilya Ingin Ferdy Sambo Bebas, Ada Juga yang Ingin Dihukum

Mahfud Md juga mengonfirmasi bahwa sudah ada upaya untuk mengingatkan majelis hakim maupun kejaksaan, agar menjaga independensi di kasus Ferdy Sambo.


Soal Tuntutan Richard Eliezer Dinilai Terlalu Tinggi, Mahfud: Masih Ada Pledoi, Ada Putusan Hakim

7 hari lalu

Soal Tuntutan Richard Eliezer Dinilai Terlalu Tinggi, Mahfud: Masih Ada Pledoi, Ada Putusan Hakim

Mahfud MD menanggapi kekecewaan publik terkait tuntutan bagi terdakwa Richard Eliezer lebih tinggi dibandingkan tuntutan terhadap terdakwa lainnya


Mahfud Md Bilang Kejaksaan Tak Terpengaruh Gerakan Bawah Tanah soal Ferdy Sambo

7 hari lalu

Mahfud Md Bilang Kejaksaan Tak Terpengaruh Gerakan Bawah Tanah soal Ferdy Sambo

Menurut Mahfud Md, ada yang bergerilya ingin Ferdy Sambo dibebaskan, ada pula yang ingin Sambo dihukum.


Mahfud MD Minta Propam Periksa Penyidik Polresta Bogor yang Menangani Kekerasan Seksual di Kemenkop

7 hari lalu

Mahfud MD Minta Propam Periksa Penyidik Polresta Bogor yang Menangani Kekerasan Seksual di Kemenkop

Menkopolhukam Mahfud MD meminta Propam Polri memeriksa penyidik Polresta Bogor yang menangani kasus kekerasan seksual di Kemenkop UKM.