Minggu, 16 Desember 2018

Gempa Lombok, Pemerintah Tunda Pertemuan Sub Regional Antiteror

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang laki-laki melihat rumahnya yang sebagian temboknya roboh pasca gempa bumi di Dusun Lendang Bajur, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin, 6 Agustus 2018.  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkan laporan sementara jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi sebanyak 82 orang. ANTARA/Ahmad Subaidi

    Seorang laki-laki melihat rumahnya yang sebagian temboknya roboh pasca gempa bumi di Dusun Lendang Bajur, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin, 6 Agustus 2018. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkan laporan sementara jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi sebanyak 82 orang. ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menunda acara Sub Regional Meeting on Counter Terrorism yang sedianya akan berlangsung di Lombok hari ini, Senin, 6 Agustus 2018. Wiranto mengatakan pertemuan ditunda lantaran adanya gempa Lombok berkekuatan 7 skala Richter, Ahad kemarin.

    "Kami putuskan menunda pertemuan Sub Regional yang membahas masalah terorisme dan mempersilakan semua tamu kembali ke negara masing-masing."  Wiranto menyampaikannya melalui keterangan tertulis, Ahad malam, 5 Agustus 2018.

    Baca:
    Gempa Lombok, Ini Kendala Penanganan dan Kebutuhan Mendesak
    Gempa Lombok Utara, Korban Meninggal 82 Orang

    Pertemuan itu diikuti oleh utusan dari pemerintah Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Australia. Gempa Lombok terjadi pada saat para utusan negara-negara peserta pertemuan itu mengikuti makan malam penyambutan acara. “Namun semua tamu selamat dari gempa.”

    Meski pertemuan resmi belum dimulai, para utusan negara-negara peserta sudah menggelar pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri Australia Peter Dutton. Pertemuan sempat membahas beberapa isu mendalam, serta menghasilkan joint communique. "Selain itu juga ada pertemuan bilateral dengan NSA Myanmar, Menteri Dalam Negeri Singapura, dan Menteri Hukum Selandia Baru," ujarnya.

    Baca:Pasca- Gempa Lombok, Terjadi 132 Kali Guncangan Susulan

    Gempa sebesar 7 SR mengguncang Nusa Tenggara Barat pada Ahad, 5 Agustus 2018 pukul 18.46. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa itu merupakan gempa utama (main shock) dari rangkaian gempa sebelumnya.

    Gempa Lombok kemarin mengakibatkan 82 orang meninggal dunia, ratusan orang luka-luka, bangunan rusak, dan ribuan warga mengungsi. Bantuan mulai didatangkan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana masih mendata korban gempa.

    Simak: Begini Kesaksian Warga NTB Saat Gempa ...


     


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".