Minggu, 21 Oktober 2018

Gempa Lombok, Ini Kendala Penanganan dan Kebutuhan Mendesak

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasien dievakuasi ke parkiran rumah sakit Kota Mataram pascagempa bumi berkekuatan 7 pada skala richter (SR) di Mataram, NTB, 5 Agustus 2018. Sebanyak 82 orang meninggal dunia akibat gempa, ratusan orang luka-luka dan ribuan rumah rusak.  ANTARA/Ahmad Subaidi

    Pasien dievakuasi ke parkiran rumah sakit Kota Mataram pascagempa bumi berkekuatan 7 pada skala richter (SR) di Mataram, NTB, 5 Agustus 2018. Sebanyak 82 orang meninggal dunia akibat gempa, ratusan orang luka-luka dan ribuan rumah rusak. ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Jakarta -  Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyatakan pencarian korban gempa Lombok 7 Skala Richter yang terjadi Ahad malam, 5 Agustus 2018, terkendala putusnya saluran komunikasi dan kondisi malam hari. “Jumlah korban diperkirakan terus bertambah, jumlah kerusakan bangunan terus didata. Sutopo menyampaikannya dalam keterangan tertulis, Senin, 6 Agustus 2018.

    Fokus saat ini adalah pencarian, penyelamatan, dan pertolongan terhadap masyarakat terdampak serta pemenuhan kebutuhan dasar. Kebutuhan mendesak saat ini ialah tenaga medis, air bersih, makanan, selimut, tikar, tenda, makanan siap saji, layanan pemulihan trauma, dan kebutuhan dasar lainnya.

    Baca:
    Gempa Lombok Utara, Korban Meninggal 82 Orang
    BMKG Mencabut Peringatan Dini Tsunami Gempa Lombok

    Hingga Senin, 6 Agustus 2018 pukul 02.30 WIB, tercatat 82 orang meninggal dunia akibat gempa Lombok 7 skala Richter pada Ahad kemarin, 5 Agustus 2018. "Ratusan orang luka-luka dan ribuan rumah mengalami kerusakan."

    Dari 82 orang meninggal, sebanyak 65 orang berasal dari Lombok Utara, 9 orang dari Lombok Barat, 2 orang dari Lombok Tengah, 4 orang dari Kota Mataram, dan 2 orang dari Lombok Timur. Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh.

    Baca: Gempa Lombok 7,0 SR, BMKG: Berpotensi ...

    Gempa Lombok terjadi pada saat penanganan darurat dampak gempa 6,4 SR pekan lalu masih berlangsung, terutama di Lombok Utara dan Lombok Timur. Guncangan gempa 7 SR ini mengakibatkan masyarakat panik dan berhamburan di jalanan, bangunan, dan rumah yang sudah rusak. "Apalagi ada peringatan dini tsunami menyebabkan masyarakat makin panik dan trauma."

    Daerah yang paling parah terdampak ialah Lombok Utara, Lombok Timur, dan Kota Mataram. Gempa susulan juga masih terjadi. Hingga Ahad pukul 22.00 WIB tadi malam, tercatat telah terjadi 47 gempa susulan dengan intensitas lebih kecil.

    Simak: BMKG: Peluruhan Gempa Lombok Berlangsung ...

    Pagi ini, sejumlah tim telah tiba di Lombok Utara dengan membawa bantuan logistik dan peralatan. Beberapa yang telah turun ke lokasi gempa Lombok di antaranya adalah Badan SAR Nasional, BPBD, dan Tentara Nasional Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.