Kamis, 16 Agustus 2018

Jaksa Agung Ungkap Alasan Berhenti Memburu Riza Chalid

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaksa Agung, HM Prasetyo memberikan keterangan pers usai melaksanakan upacara pembukaan pekan olah raga di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Juli 2018. TEMPO/Andita Rahma

    Jaksa Agung, HM Prasetyo memberikan keterangan pers usai melaksanakan upacara pembukaan pekan olah raga di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Juli 2018. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan kasus Papa Minta Saham yang diduga melibatkan taipan minyak Riza Chalid sudah tidak diteruskan. Karena itu, pihaknya sudah tak lagi memburu Riza Chalid.

    Baca juga: Papa Minta Saham:Kejaksaan Cecar Riza Chalid di Luar Negeri?

    "Bagi kita secara hukum kasus yang berkaitan dengan Freeport yang kamu sebutkan itu (rekaman yang dikenal dengan Papa Minta Saham), sudah selesai," kata Jaksa Agung HM Prasetyo seusai menghadiri kegiatan Pernikahan Massal dalam rangka menyambut HUT Ke-58 Adhyaksa di Jakarta, Kamis, 19 Juli 2018.

    Kasus Papa Minta Saham yang menyeret nama Riza Chalid kembali diperbincangkan setelah pengusaha itu tampak hadir dalam acara kuliah umum Jokowi di Akademi Bela Negara NasDem beberapa waktu lalu. Warganet ramai membicarakan hal itu karena pada awal Januari 2016, Kejaksaan Agung mengaku kesulitan menghadirkan Riza Chalid untuk dimintai keterangan terkait rekaman Papa Minta Saham.

    Baca juga: Ini Alasan Polri Tak Bantu Kejaksaan Buru Riza Chalid

    Kasus itu berujung pada mundurnya Setya Novanto dari jabatan Ketua DPR RI. Saat itu, kejaksaan sudah meminta keterangan Menteri ESDM Sudirman Said, Sekjen DPR, dan Presdir PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsuddin. Bahkan rekaman tersebut sudah ada di tangan kejaksaan.

    Prasetyo menjelaskan tidak semua perkara itu berkonotasi ke persidangan. "Tergantung kepada fakta dan bukti yang ada, kalian tahu persis perjalan kasus itu. Ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai hasil rekaman yang dinyatakan bukan barang bukti. Kamu tahu nggak itu? tahu tidak tuh?" katanya.

    Prasetyo menambahkan putusan MK itu menjadi kendala pengusutan kasus yang menyeret nama Riza Chalid itu. "Jadi bukti-bukti yang tadinya kita anggap sebagai bisa melengkapi penanganan perkara ini, ternyata oleh MK dinyatakan tidak sah sebagai barang bukti itu, dan sekarang prosesnya sudah selesai," kata dia.

    Baca juga: Tak Akan Panggil Riza Chalid Lagi, Kejaksaan Menyerah? 

    Dalam putusan MK terkait uji materi UU ITE menyebutkan bahwa penyadapan adalah kegiatan yang dilarang karena melanggar hak konstitusional warga negara khususnya hak privasi untuk berkomunikasi sebagaimana dijamin oleh Pasal 28F UUD 1945.

    Begitu pula dalam konteks penegakan hukum, Mahkamah berpendapat bahwa kewenangan penyadapan juga seharusnya sangat dibatasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI dan Buah Pikir Ma'ruf Amin, Calon Wakil Jokowi

    Beberapa buah pikiran Ma'ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia pilihan Jokowi untuk menjadi wakilnya, yang mengundang komentar publik.