Survei: Elektabilitas Prabowo Kalah dari Jokowi di Jawa Barat

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi di atas kuda tunggangan didampingi Prabowo Subianto menjawab wartawan, di Padepokan Garuda Yaksa, Desa Bojong Koneng, Hambalang, Bogor, 31 Oktober 2016. Humas Setkab/Rahmat

    Presiden Jokowi di atas kuda tunggangan didampingi Prabowo Subianto menjawab wartawan, di Padepokan Garuda Yaksa, Desa Bojong Koneng, Hambalang, Bogor, 31 Oktober 2016. Humas Setkab/Rahmat

    TEMPO.CO, Jakarta - Elektabilitas Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto kalah dalam survei Pemilihan Presiden di Jawa Barat. Dalam survei yang digelar Indo Barometer itu Prabowo kalah dari calon inkumben Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

    Jawa Barat pada Pemilihan Presiden 5 tahun lalu adalah lumbung suara bagi Prabowo. Jokowi saat itu kalah cukup telak dengan Prabowo di provinsi ini.

    Baca juga: Alasan Prabowo Subianto Tak Hadiri Deklarasi Capres oleh Gerindra

    Pada Pilpres 2014 lalu, pasangan Jokowi-Jusuf Kalla hanya mendapatkan 9.530.315 suara di tanah Pasundan itu. Sementara pasangan Prabowo-Hatta unggul jauh dengan perolehan 14.167.381 suara.

    "Dari hasil survei pilihan capres di Jawa Barat, Jokowi berhasil meraih elektabilitas sebesar 33,6 persen. Sedangkan Prabowo mendapat 22,8 persen," ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer M.Qodari di Hotel Harris FX, Senayan pada Rabu, 20 Juni 2018.

    Baca juga: Muzani Teruskan Dukungan Gerindra Jakarta ke Prabowo Subianto

    Menurut Qodari, meningkatnya elektabilitas Jokowi didorong oleh tingkat kepuasan publik yang cukup tinggi terhadap kinerja Jokowi sebesar 60,2 persen. Kemudian, lanjut Qodari, 43,7 persen warga Barat menginginkan Jokowi kembali menjadi Presiden Republik Indonesia periode 2019 - 2024.

    Qodari menjelaskan, survei yang dilakukan dilakukan Indo Barometer menggunakan pertanyaan terbuka, alias bebas memilih nama presiden yang dikehendaki. Hasilnya, nama Jokowi dan Prabowo tetap menduduki posisi teratas sebagai calon presiden yang banyak dipilih di Provinsi Jawa Barat.

    Baca juga: Survei Charta Politika: Jokowi Ungguli Prabowo di Jawa Barat

    Ada beberapa nama lain yang muncul seperti Gatot Nurmantyo dan Hary Tanoesoedibjo, namun elektabilitasnya hanya berkisar di bawah 2 persen. Sementara itu, pemilih yang menyatakan tidak tahu/tidak jawab masih sangat banyak sebesar 40,6 persen. "Ini terjadi karena baru Presiden Jokowi yang jelas akan maju, penantangnya kan belum jelas," ujar Qodari.

    Selain di Jawa Barat, hasil survei Indo Barometer menunjukkan elektabilitas Jokowi mengungguli Prabowo Subianto di beberapa Provinsi. Di antaranya, untuk Provinsi Jawa Tengah, elektabilitas Jokowi unggul jauh di atas Prabowo yakni sebesar 71 persen, Prabowo hanya 11,6 persen.

    Baca juga: Survei Indo Barometer: 68,6 Persen Masyarakat Puas dengan Jokowi

    Selanjutnya di Sumatera Utara, elektabilitas Jokowi berada di angkasa 53,9 persen dan Prabowo 16,5 persen. Sementara di Sulawesi Selatan, yang merupakan kampung Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jokowi unggul dengan raihan elektabiltas sebesar 26,1 persen. Sedangkan Prabowo hanya 18,0 persen.

    "Masih banyak masyarakat Sulsel yang belum menentukan pilihan, yaitu sebesar 51,8 persen. Sebab, ada sosok Pak JK yang sangat menetukan pilihan capres masyarakat Sulsel," ujar Qodari. "Sementara Pak JK masih menunggu putusan MK, bisa maju lagi atau tidak".

    Sebelumnya dalam survei yang digelar Charta Politika, elektabilitas Jokowi juga mengungguli Prabowo di Jawa Barat. Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan di provinsi itu, Jokowi meraih suara 38,8 persen dan Prabowo 30,2 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.