Dalam Survei Prabowo Kalah dari Jokowi, Ini Kata DPP Gerindra

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jendral Partai Gerindra, Ahmad Muzani, memberi sambutan saat perayaan puncak ulang tahun ke-10 di Lapangan Arcici di Jakarta, 11 maret 2018. Dewan Pimpinan daerah Partai Gerindra DKI Jakarta mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai calon Presiden pada pemilihan 2019. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Sekretaris Jendral Partai Gerindra, Ahmad Muzani, memberi sambutan saat perayaan puncak ulang tahun ke-10 di Lapangan Arcici di Jakarta, 11 maret 2018. Dewan Pimpinan daerah Partai Gerindra DKI Jakarta mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai calon Presiden pada pemilihan 2019. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi DPP Gerindra Prasetyo Hadi tidak mengkhawatirkan hasil beberapa lembaga survei yang menunjukkan elektabilitas Prabowo Subianto kalah dibanding Jokowi.

    Menurut dia, survei itu hanya sebagai bahan pertimbangan untuk merumuskan strategi bukan patokan menang atau kalah. "Kita yakin. Insyaallah kita akan menang," katanya di DoubleTree Hotel, Jakarta Pusat, Senin, 12 Maret 2018.

    Baca juga: Alasan Prabowo Subianto Tak Hadiri Deklarasi Capres oleh Gerindra

    Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik mengatakan elektabilitas yang lebih rendah dari inkumben itu, karena saat ini Prabowo belum melakukan gerakan. Dia yakin angka itu akan naik. "Diam aja gak ngapa-ngapain angkanya cukup fantastis," katanya.

    Simulasi yang dilakukan oleh lembaga survei Poltracking Februari lalu, elektabilitas Jokowi masih unggul 55,9 dibandingkan dengan Prabowo di angka 29,9 persen.

    Baca juga: Muzani Teruskan Dukungan Gerindra Jakarta ke Prabowo Subianto

    Desember 2017, survei Indo Barometer menunjukan elektabilitas Jokowi mencapai 34,9 persen sedangkan Prabowo hanya 12,1 persen. Sedangkan dalam Survei PolMark elektabilitas Jokowi berkisar 50,2 persen dan Prabowo 22 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berkas yang Diterima dan Dalil yang Ditolak Sidang MK Pra Skors

    Inilah berkas perbaikan Tim Hukum Prabowo - Sandiaga terkait sengketa Pilpres yang diterima dan sejumlah dalil yang ditolak Sidang MK, 27 Juni 2019.