Survei Charta Politika: Jokowi Ungguli Prabowo di Jawa Barat

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) memberi hormat kepada Presiden Joko Widodo saat tiba di Istana Merdeka, Jakarta, 17 November 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) memberi hormat kepada Presiden Joko Widodo saat tiba di Istana Merdeka, Jakarta, 17 November 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Dari hasil survei Charta Politika, elektabilitas calon presiden Joko Widodo (Jokowi) unggul dari Prabowo Subianto di Jawa Barat. Padahal provinsi ini diketahui sebagai lumbung suara Prabowo pada pilpres 2014.

    Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan di provinsi itu, Jokowi meraih suara 38,8 persen dan Prabowo 30,2 persen. Calon lainnya, seperti Gatot Nurmantyo meraih 2 persen, Anies Bawedan 1,1 persen, Hary Tanoesoedibjo 0,8 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 0,6 persen, dan Ridwan Kamil 0,3 persen.

    Jika dihadapkan head to head, Jokowi meraih 46,1 persen suara sedangkan Prabowo 40,5 persen. "Ada yang menjawab tidak tahu 13,4 persen," kata dia pada Rabu, 6 Juni 2018. Menurut dia, Jokowi unggul di Jawa Barat pada empat bulan terakhir.

    Baca: Survei Pilpres: Jokowi Kalah di Banten, Menang di Jawa Barat

    Survei ini diadakan pada 23-29 Mei 2018 dengan mewawancarai warga di masing-masing daerah secara acak, yakni Banten 800 responden dengan margin of error 3,46 persen, Jawa Barat 1.200 responden, Jawa Tengah 1.200, serta Jawa Timur 1.200 orang. Jabar, Jateng, dan Jatim masing-masing memiliki margin of error 2,83 persen. Tingkat kepercayaan survei ini adalah 95 persen.

    Mengenai alasan Jokowi bisa unggul di Jawa Barat, Yunarto mengatakan survei tidak bisa menjawab secara detail. Namun dia mengaitkan dengan persepsi terhadap kebijakan dan kepuasan publik.

    Menurut Yunarto, tingkat kepuasan publik responden Jawa Barat terhadap Jokowi tergolong tinggi, yakni 71,2 persen. "Warga Jawa Barat melihat kinerja dari Jokowi selama menjadi presiden," ujarnya.

    Baca: Survei RTK: Elektabilitas Jokowi 48,2 Persen, Prabowo 22 Persen

    Meski elektabilitasnya unggul di Jawa Barat, Jokowi kalah di Banten. Di provinsi itu, Jokowi meraih suara 38,8 persen dan Prabowo 30,2 persen. Lalu Gatot 2 persen, Anies 1,1 persen, Hary 0,8 persen, AHY 0,6 persen, dan Ridwan Kamil 0,3 persen. Jika diperhadapkan, Jokowi meraih 46,1 persen suara sedangkan Prabowo 40,5 persen. Lalu yang menjawab tidak tahu 13,4 persen. "Ada PR besar buat Jokowi di Banten dan ada PR besar Prabowo di Jawa Barat," ujar Yunarto.

    Keunggulan Jokowi tak terkejar di survei Jawa Tengah. Suara Jokowi sebanyak 53,1 persen, sedangkan Prabowo 7,7 persen. Kemudian Gatot 0,9 persen, AHY 0,5 persen, Muhaimin Iskandar 0,3 persen, Mahfud MD 0,3 persen, Hary 0,3 persen, Anies 0,3 persen, dan M. Romahurmuziy 0,1 persen. Jika head to head, Jokowi unggul jauh, yakni 67,3 persen dari Prabowo yang meraih 11,2 persen suara, sedangkan 21,5 persen tidak menjawab.

    Lantas di Jawa Timur Jokowi unggul dengan 47,7 persen suara disusul Prabowo dengan 24,5 persen suara. Berikutnya AHY 1,2 persen, Gatot 0,8 persen, Anies 0,7 persen, Susi Pudjiastuti 0,3 persen, Khofifah Indar Parawansa 0,3 persen, serta Mahfud MD 0,1 persen. Jika hanya ada dua calon, Jokowi menang dengan suara 53,4 persen suara sedangkan Prabowo 33,6 persen dan responden yang tidak memilih 12,9 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.