TNI AD: Pasca-Tewasnya Serda Darma Aji Rentan Terjadi Provokasi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi TNI AD. Tempo/Suryo Wibowo

    Ilustrasi TNI AD. Tempo/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (TNI AD) Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh menyebutkan pasca tewasnya Sersan Dua atau Serda Darma Aji yang diduga dilakukan anggota Brimob rentan diprovokasi pihak-pihak tertentu.

    Apalagi setelah itu terjadi pengeroyokan yang diduga dilakukan anggota TNI terhadap personel Polri di kawasan Cijantung dalam waktu yang tak berselang lama.

    Baca juga: Baku Tembak di TMII, Panglima TNI: Hanya Salah Paham  

    "Sesungguhnya situasi seperti saat ini, sangat mudah dimanfaatkan pihak lain untuk memprovokasi dan mengadu domba Institusi TNI dan Polri" ujar Denny dalam keterangan tertulisnya, Senin 11 Juni 2018.

    Kamis 7 Juni 2018 lalu, anggota Brigade Mobil menusuk Serda Nikolas Kegomoi dan Serda Darma Aji di tempat billiar. Nyawa Serda Darma Aji tak tertolong setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto. Sedangkan Nikolas mengalami luka-luka.

    Dua hari berselang, Sabtu 9 Juni 2018, dua anggota polisi dari Direktorat Satuan Sabhara Polda Metro Jaya melaporkan pengeroyokan yang diduga dilakukan anggota TNI ke Detasemen Polisi Militer Jaya ll Cijantung Jakarta Timur.

    Keduanya adalah Brigadir Dua Bimo Yudho Prasetyo dan Brigadir Dua Feri Saputra, saat itu korban baru selesai bertugas dan tengah berboncengan sepeda motor untuk pulang ke Cimanggis, Depok.

    Baca juga: Setelah Antaranggota Ribut,TNI dan Polri Palopo Apel Bersama

    Menurut Denny kedua kejadian tersebut tidak bisa diasumsikan saling berkaitan, karena pelaku pengeroyokan dua anggota kepolisian tersebut diduga dilakukan oleh oknum yang tidak dikenal. "Laporan dari Kodam Jaya melalui Kapendam Jaya, yang melakukan itu adalah kelompok orang tidak dikenal atau OTK,' ujarnya.

    TNI Angkatan Darat, kata Denny menyerahkan semua permasalahan ini melalui jalur hukum yang sepatutnya dan mempercayai integritas dan Promoter Polri untuk menyelesaikan kasus ini.

    Denny menegaskan, insiden tersebut tidak akan memengaruhi kerja sama TNI-Polri, terutama menjelang Idul Fitri dan agenda besar lainnya seperti Pemilihan Kepala Daerah Serentak dan Asean Games.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.