Setelah Antaranggota Ribut,TNI dan Polri Palopo Apel Bersama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Sulsel Pudji Hartanto Iskandar (kedua kiri) bersama Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti (kedua kanan) saat mengecek kesiapan pasukan dalam apel kesiapan pasukan jelang Pilkada Serentak di Lapangan Syech Yusuf, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, 7 Desember 2015. Sebanyak 192.209 orang personil TNI dan Polri diturunkan untuk mengawal pemilihan bupati dan wakil bupati yang berlangsung di 11 kabupaten dan kota di Sulsel pada 9 Desember mendatang. TEMPO/Iqbal Lubis

    Kapolda Sulsel Pudji Hartanto Iskandar (kedua kiri) bersama Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti (kedua kanan) saat mengecek kesiapan pasukan dalam apel kesiapan pasukan jelang Pilkada Serentak di Lapangan Syech Yusuf, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, 7 Desember 2015. Sebanyak 192.209 orang personil TNI dan Polri diturunkan untuk mengawal pemilihan bupati dan wakil bupati yang berlangsung di 11 kabupaten dan kota di Sulsel pada 9 Desember mendatang. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.COPalopo - Kepala Kepolisian Resor Palopo, Sulawesi Selatan, Ajun Komisaris Besar Dudung Adijono, dan Komandan Komonado Distrik Militer 1403 Sawerigading Letnan Kolonel Kavaleri Cecep Sutendi, apel bersama Senin, 22 Februari 2016. Acara ini berlangsung di Lapangan Gaspa Palopo untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan TNI pasca-insiden penganiayaan terhadap dua anggota Polres Palopo, Bripda Agus Tiawan dan Bripda Zulhedi, pada Minggu dinihari, 21 Februari 2016.

    Dudung mengatakan kasus itu bermula ketika sejumlah warga mencegat sekelompok anak muda yang melakukan balapan liar. Entah apa penyebabnya, tiba-tiba terjadi penganiayaan terhadap dua polisi oleh anggota TNI. "Padahal tugasnya sama-sama menertibkan balapan liar," kata Dudung.

    Dudung juga menjelaskan TNI dan Polri akan bersama-sama memberantas pelaku balapan liar dengan melakukan razia, khususnya pada malam Minggu. “Bila perlu jaga sampai subuh, karena balapan liar biasanya bebas beraksi menjelang subuh,” katanya.

    Peristiwa penganiayaan terhadap dua orang anggota polisi merupakan kesalahpahaman dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan. “Saya minta agar peristiwa serupa tak terulang lagi.”

    Adapun Cecep Sutendi meminta anggota TNI tetap menjaga sinergitas dan kekompakan dengan anggota Polri. Dia sepakat dengan ajakan Dudung yang akan melibatkan TNI dalam melakukan razia balapan liar. “Kalau mau balapan ada tempatnya, jangan di jalan umum yang bisa membahayakan pengendara lain,” ucapnya.

    Sebelumnya, menurut Cecep, yang justru terjadi anggota TNI yang ditodong senjata api oleh sejumlah personel Polres Palopo. Dia mengatakan sekelompok anggota Polres Palopo mendatangi Rumah Sakit Tentara. Mereka memukul anggota TNI yang sedang bertugas piket di rumah sakit itu. “Mereka juga menodongkan pistol kepada anggota kami lainnya," kata Cecep melalui pesan pendek yang diterima Tempo, Minggu, 21 Februari 2016.

    Cecep menjelaskan kronologi kasus penganiayaan yang terjadi terhadap dua anggota polisi itu. Pada Minggu dinihari, sekitar pukul 04.00 Wita, sekelompok anak muda melakukan balapan liar di Jalan Balai Kota, tepatnya di depan Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Palopo.

    HASWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.