Menantu AM Hendropriyono Jadi Pangkostrad, Ini Penjelasan TNI

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono memimpin upacara serah-terima jabatan Pangkostrad, tiga pejabat Pangdam, Dankodiklatad  dan  pejabat  Asisten Logistik Kasad di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta, Senin, 23 Juli 2018. | Humas TNI AD

    Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono memimpin upacara serah-terima jabatan Pangkostrad, tiga pejabat Pangdam, Dankodiklatad dan pejabat Asisten Logistik Kasad di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta, Senin, 23 Juli 2018. | Humas TNI AD

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal M. Sabrar Fadhilah mengatakan tak ada alasan khusus dalam pengangkatan Letnan Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Andika merupakan menantu mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono.

    "Saya kira dari sisi kacamata kami (TNI), tidak ada urusan," ujar Sabrar kepada awak media di KRI Soeharso, Senin, 23 Juli 2018.

    Baca: TNI AD Serah Terimakan Jabatan Pangkostrad dan Asisten Logistik

    Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengangkat Andika Perkasa menjadi Pangkostrad yang tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/673/VII/2018 yang ditetapkan di Jakarta pada hari Jumat, 13 Juli 2018. Andika menggantikan Letnan Jenderal Agus Kriswanto yang diangkat menjadi Perwira Tinggi Markas Besar TNI AD dalam rangka pensiun.

    Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono memimpin upacara serah-terima jabatan Pangkostrad, tiga pejabat Pangdam, Dankodiklatad dan pejabat Asisten Logistik Kasad di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta, Senin, 23 Juli 2018. | Humas TNI AD

    Pengangkatan itu menjadi promosi bagi Andika dari jabatan dia sebelumnya, Komandan Pembina Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Tentara Nasional Indonesia (Kodiklat TNI). Andika tercatat hanya enam bulan menempati jabatan Dankodiklat tersebut.

    Baca juga: 3 Perempuan Ini Jadi Pionir Pilot di TNI AD

    Sebelumnya, pada Januari 2018, Andika naik pangkat dari Mayor Jenderal menjadi Letnan Jenderal. Kenaikan pangkat seiring dengan jabatan Dankodiklat yang diserahkan kepadanya.

    Menurut Sabrar, pengangkatan Andika sesuai prosedur. Selain itu, kata dia, pengangkatan tersebut juga memenuhi semua persyaratan. "Semua dilakukan karena memang sudah layak, baik, memenuhi persyaratan, dan seterusnya," katanya.

    Dalam pengangkatan Andika itu, Sabrar menegaskan, telah didasarkan pada banyak pertimbangan. Salah satunya, Andika memiliki banyak prestasi dalam organisasi TNI. "Gelar beliau bagus, sekolahnya juga bagus, secara jabatan juga," ucapnya.

    Baca: Cerita Prajurit TNI Berlatih Menerbangkan Helikopter Apache

    Dalam kesempatan itu, Sabrar juga membantah tudingan bahwa pengangkatan Andika sebagai Pangkostrad bermuatan politis. Menurut dia, pengangkatan Andika tidak ada hubungannya dengan kedekatan pemerintah dan AM Hendropriyono. "Tanya jangan sama saya, tanya sama yang lain," ucapnya.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.