Cerita Presidium KAHMI Gagal Bertemu Jusuf Kalla di Kwang Tung

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla (berbaju putih, kanan) dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dalam acara buka bersama Partai Golkar di kantor DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Jumat, 1 Juni 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Wakil Presiden Jusuf Kalla (berbaju putih, kanan) dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dalam acara buka bersama Partai Golkar di kantor DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Jumat, 1 Juni 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sigit Pamungkas menceritakan minimnya kesempatan untuk bisa makan bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK. "Proses itu harus menunggu saya harus jadi Presidium KAHMI dulu baru bisa makan bersama," kata Sigit di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Senin, 4 Juni 2018.

    Sigit menceritakan kesempatan makan bersama JK sebetulnya hampir terjadi pada 3,5 tahun lalu. Pada 2014 saat itu, kata dia, dirinya masih menjabat Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2012-2017. Pasca-penetapan Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2014-2019, Sigit mengatakan semua Komisioner KPU sepakat makan di Bubur Kwang Tung.

    Baca juga: JK: Perbedaan Partai Nasionalis dan Partai Agama Semakin Tipis

    Ketika semua komisioner sudah memesan makanan, ada informasi bahwa presiden dan wapres terpilih saat itu, yaitu Joko Widodo-Jusuf Kalla, juga berencana makan di tempat yang sama. Sigit menuturkan para komisioner pun akhirnya terburu-buru meninggalkan tempat makan.

    "Kami menghindari stigma atau pandangan orang bahwa ada sesuatu di tempat itu. Kami buru-buru meninggalkan tempat itu dan tidak jadi makan bubur Kwang Tung," ujarnya.

    Baca juga: JK Tetap Anggap Pasal Penghinaan Presiden dalam RKUHP Penting

    Kesempatan makan bersama JK pun, Sigit menambahkan, akhirnya terjadi hari ini dalam acara buka bersama Jusuf Kalla dengan KAHMI dan Palang Merah Indonesia.

    Jusuf Kalla pun menanggapi cerita Sigit. Ia mengaku masih ingat kejadian sekitar 3,5 tahun lalu itu. JK mengatakan para Komisioner KPU langsung pulang begitu dirinya tiba di bubur Kwang Tung. "Takut fitnah," ucapnya. Pasalnya, JK menuturkan, sebelumnya muncul isu bahwa Komisioner KPU dan tim sukses Jokowi-JK makan sate bersama.

    Baca juga: JK Dukung KPU Larang Bekas Napi Korupsi Jadi Caleg


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.