Senin, 22 Oktober 2018

Bom di Gereja Surabaya, Korban Meninggal Jadi 10 Orang

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana parkiran sepeda motor di lokasi ledakan bom di salah satu gereja di Surabaya, Jawa Timur, 13 Mei 2018. Diduga di antara korban tewas merupakan pelaku bom bunuh diri. AP Photo/Trisnadi

    Suasana parkiran sepeda motor di lokasi ledakan bom di salah satu gereja di Surabaya, Jawa Timur, 13 Mei 2018. Diduga di antara korban tewas merupakan pelaku bom bunuh diri. AP Photo/Trisnadi

    TEMPO.CO, Surabaya - Korban ledakan bom di gereja Surabaya bertambah. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengatakan korban tewas menjadi 10 orang dan 41 luka-luka.

    "Jadi sampai saat ini ada 10 korban yang tewas. Delapan korban belum diidentifikasi dan dua sudah diidentifikasi," kata Barung saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Gedung Tribata Polda Jawa Timur pada Ahad, 13 Mei 2018.

    Baca: Masih Ada Bom Aktif di GKI Surabaya, Saksi Sebut 3 Perempuan...

    Barung mengatakan dua korban tewas yang sudah diidentifikasi sudah dibawa ke Rumah Sakit Bedah Surabaya dan Rumah Sakit dr Soetomo. "Tunggu Kapolri datang," kata dia. Sedangkan delapan korban tewas lainnya masih berada di lokasi kejadian.

    Baca: Bom Surabaya, Pelaku di GKI Diponegoro Diduga Ibu dan Anak

    "Delapan korban masih di TKP dan belum diidentifikasi karena tim Inafis dan tim forensik belum mengizinkan," kata Barung sembari menambahkan bahwa keterangan lebih lengkap akan disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

    Pada Ahad pagi ini, teror bom terjadi di tiga lokasi gereja, yaitu di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno. Tiga bom tersebut meledak berselang 30 menit secara susul-menyusul.

    Baca: Bom di Surabaya: Satpam Larang Perempuan Itu Masuk, lalu...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.