Jumat, 16 November 2018

Masih Ada Bom Aktif di GKI Surabaya, Saksi Sebut 3 Perempuan...

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela setelah diguncang ledakan bom, di Ngagel, Surabaya, Jawa Timur, 13 Mei 2018. Dilansir Bisnis.Com, seorang petugas polisi kepada Bisnis menyebutkan, di dalam gereja tersebut masih ada bom yang aktif. Sehingga petugas harus menutup area sejauh 1 km dan melarang untuk mendekat. AP Photo/Trisnadi

    Kondisi Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela setelah diguncang ledakan bom, di Ngagel, Surabaya, Jawa Timur, 13 Mei 2018. Dilansir Bisnis.Com, seorang petugas polisi kepada Bisnis menyebutkan, di dalam gereja tersebut masih ada bom yang aktif. Sehingga petugas harus menutup area sejauh 1 km dan melarang untuk mendekat. AP Photo/Trisnadi

    TEMPO.CO, Surabaya - Diduga masih ada bom aktif seusai aksi bom di gereja Surabaya yang terjadi di Gereja St Maria Ngagel, juga di sejumlah gereja lainnya, yakni di GKI Diponegoro dan gereja di Jalan Arjuno.

    Seperti dilansir Bisnis.com, seorang polisi kepada Bisnis menyebutkan, di dalam gereja tersebut masih ada bom yang aktif. Sehingga petugas harus menutup area sejauh satu kilometer dan melarang warga untuk mendekat. Saat ini, tim kepolisian sedang menuju lokasi untuk menjinakkan bom yang masih aktif.

    Baca: Polisi Sterilkan Jalan Sekitar Lokasi Bom di Gereja Surabaya...

    Tardianto, salah seorang saksi di GKI Diponegoro, mengatakan peristiwa peledakan bom terjadi sekitar pukul 07.30. Ada dua kali ledakan, pertama pukul 07.30 dan 5 menit kemudian meledak bom lain yang mengenai satpam.

    Simak videonya: Situasi Terkini Pasca-Ledakan Bom di Gereja Santa Maria Surabaya

    Menurut keterangannya, sebelumnya ada tiga orang perempuan bercadar. Satu orang dewasa, satu anak kecil, dan satu lagi anak remaja. Saat mereka masuk ke area parkiran, satpam sempat menanyai ketiga orang tersebut.

    "Saya waktu itu duduk di dekat parkiran, ada teman saya di situ, setelah dicek satpam enggak lama kemudian langsung meledak (bom) pertama," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.