PDIP Diminta Menegur Arteria Dahlan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politikus PDI Perjuangan Arteria Dahlan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Politikus PDI Perjuangan Arteria Dahlan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Forum Wakil Rektor/Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia meminta Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP) menegur anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, Arteria Dahlan.

    "Meminta kepada DPP PDI Perjuangan untuk memberikan teguran kepada Arteria Dahlan atas perilaku yang tidak menyenangkan dan menghina Kemenag sebagai institusi negara dan keluarga besarnya," kata Ketua Forum WR/WK Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama PTKIN Se-Indonesia Syamsul Rijal dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu, 31 Maret 2018.

    Baca juga: Kemenag Diminta Tak Perpanjang Soal Umpatan Arteria Dahlan

    Hal tersebut merespons ucapan Arteria Dahlan saat rapat di Komisi III DPR. Dalam rapat tersebut, dia mengucapkan kata makian yang ditujukan kepada Kementerian Agama. Ucapan tersebut terkait dengan Kemenag yang dianggap membiarkan kasus penipuan biro perjalanan umrah terjadi.

    Syamsul Rijal menyesalkan Arteria Dahlan yang melakukan kritik tidak konstruktif dan mengabaikan etika serta budaya bangsa.

    Menurut dia, kritik Arteria yang menggunakan diksi yang mengarah pada ujaran kebencian mestinya tidak dilakukan oleh anggota Dewan yang terhormat.

    "Kata ‘bangsat’ yang dialamatkan kepada Kementerian Agama, jelas-jelas tidak mendidik generasi milenial anak bangsa," katanya.

    Baca juga: MUI Minta DPR Tidak seperti Preman saat Melontarkan Kritik

    Forum WR/WK Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama PTKIN Se-Indonesia juga meminta masyarakat Indonesia untuk tidak memilih Arteria kembali sebagai wakil rakyat pada pemilu yang akan datang.

    Lebih lanjut, forum tersebut meminta Arteria Dahlan meminta maaf kepada Menteri Agama RI dan seluruh ASN Kemenag se-Indonesia atas ucapan yang tidak senonoh melalui media massa, baik cetak maupun elektronik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.