Alasan Megawati Utus Prananda Prabowo Temui AHY

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prananda Prabowo. TEMPO/Subekti

    Prananda Prabowo. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Denpasar - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan Ketua Umum Megawati Sukarnoputri mengutus anaknya, Prananda Prabowo, menemui Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Menurut Hasto, rencana ini menanggapi keinginan Agus bertemu dengan Megawati.

    "Bu Mega menugasi Mas Prananda dan saya untuk melakukan dialog tersebut," kata Hasto di Hotel Prime Plaza, Sanur, Bali, Sabtu, 24 Februari 2018.

    Baca juga: Sekjen PDIP: AHY Meminta Bertemu Megawati

    Ia menyebut rencana pertemuan ini bakal dilakukan setelah Rapat Kerja Nasional III PDI Perjuangan pada Minggu, 25 Februari 2018.

    Hasto mengatakan bakal membuka dialog dengan partai lain setelah keputusan dan rekomendasi rakernas dikeluarkan. Namun, kata dia, pertemuan dengan AHY belum akan membahas pemilihan umum 2019. "Hal-hal realistis lebih dulu, memahami visi-misinya, platformnya, dan isu strategis di DPR," katanya.

    Selain itu, keputusan Megawati menugasi Prananda, kata Hasto, untuk mengimbangi usia AHY. "Mungkin karena ini bahasa orang muda," katanya. Ia menganggap rencana pertemuan ini adalah pertemuan biasa dalam tradisi politik partainya.

    Rencana pertemuan AHY dan Megawati mengemuka setelah pengundian nomor urut partai peserta pemilu 2019 di Komisi Pemilihan Umum. Hasto mengatakan AHY ingin berdialog dengan Megawati.

    Menurut Hasto, keputusan Megawati mengutus Prananda untuk bertemu dengan AHY positif karena PDIP membuka dialog dengan siapa pun, termasuk dengan pihak-pihak yang memberikan kritik paling keras kepada partainya. "Dialog dengan Demokrat dilakukan seusai rakernas," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.