Jago Nyanyi, Perempuan Ini Pilih Gabung Korps Wanita TNI AD

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para calon Bintara Pusat Pendidikan Korps Wanita TNI AD Prajurit Karier angkatan 25 sedang menjalankan latihan berganda di markas Resimen Induk Daerah Militer 3 Siliwangi, Pengalengan, Jawa Barat, 5 Februari 2018. Calon prajurit wanita itu akan melakukan berbagai latihan, seperti menembak, navigasi darat, merayap di bawah tembakan senapan mesin, dan praktik teori lainnya. Tempo/Adam Prireza

    Para calon Bintara Pusat Pendidikan Korps Wanita TNI AD Prajurit Karier angkatan 25 sedang menjalankan latihan berganda di markas Resimen Induk Daerah Militer 3 Siliwangi, Pengalengan, Jawa Barat, 5 Februari 2018. Calon prajurit wanita itu akan melakukan berbagai latihan, seperti menembak, navigasi darat, merayap di bawah tembakan senapan mesin, dan praktik teori lainnya. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Suara pekik Senapan Mesin Ringan (SMR) berkaliber 7,62 serta dentuman Trinitotoluene (TNT) menyambut kedatangan kelompok pertama calon Bintara Prajurit Karier angkatan 25 Korps Wanita TNI AD di Sekolah Calon Tamtama (Secata) Rindam III Siliwangi, Pangalengan, Bandung, Senin pagi, 5 Februari 2018. Kelompok itu tiba tepat pukul 07.46 WIB

    Dari kejauhan, terdengar teriakan Komandan Regu Yessica Anggriani Saragih memimpin kelompoknya merayap sejauh 70 meter di tanah berlumpur. "Maju!" "Serbu!" "Tembak!." Kata-kata itu yang terdengar di antara bisingnya suara tembakan para Dopper yang melayang tepat satu meter di atas kepala mereka serta suara enam kali ledakan TNT.

    Baca juga: 62 Calon Prajurit Wanita TNI AD Jalani Latihan Tempur Hari Ini

    Yessica, 21 tahun, adalah salah satu dari 62 orang calon Bintara Talenta Prajurit Karier Angkatan 25 Korps Wanita TNI AD. Dengan wajah dihiasi loreng khas tentara serta bekas lumpur, gadis asal Pematang Siantar ini mengatakan sudah menjadi cita-citanya sejak kecil untuk bergabung dengan TNI.

    Keinginannya bergabung dengan militer semakin kuat semenjak ayahnya meninggal pada 2012 lalu. Anak bungsu dari empat bersaudara ini merupakan yang pertama dari keturunannya yang bergabung dengan TNI. Kakak pertama dan keduanya telah berumah tangga, sementara kakak ketiganya masih barstatus mahasiswa di Universitas Negeri Siantar. "Semenjak almarhum ayah meninggal, saya termotivasi untuk membantu keluarga," tutur dia.

    Yessica mendaftar sebagai Kowad dari jalur talenta dan bernyanyi. Merdunya suara Yessica bisa didengar melalui akun media sosial Soundcloud miliknya. Ia pun pernah menjuarai lomba Penetapan Musyawarah Nasional Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional tahun 2017 lalu.

    Selama 4,5 bulan berada di asrama, gadis penyuka musik aliran pop dan seriosa ini menyalurkan bakatnya melalui kegiatan karaoke yang rutin diadakan di aula Pusdik Kowad, Lembang, Bandung. "Selain bernyanyi, saya juga suka bermain alat musik seperti biola dan piano," ujar penyuka musisi seperti Joy Tobing, Raisa, dan Ariana Grande ini.

    Baca juga: Pindad Siap Penuhi Kebutuhan 114 Juta Amunisi TNI AD

    Tahun 2015 lalu Yessica pernah mendaftar untuk Kowad, namun gagal. Barulah pada pendaftaran Bintara Talenta 2017 ia berhasil diterima sebagai calon prajurit wanita TNI AD. Selama dua tahun itu, Yessica mengaku terus mempersiapkan dirinya, khususnya dari segi kesiapan fisik. Semenjak lulus SMA, ia rutin berolahraga seperti berenang dan lari. "Persiapan fisik lari setiap pagi pukul setengah 05.00 sampai 06.00, siang jam 12.00-14.00, dan sore pukul 16.00-17.00," kata dia.

    Yessica mengaku sebagai wanita, ia tidak takut harus berkotor-kotoran selama masa pendidikan. Selama empat hari ke depan, ia bersama 61 calon prajurit wanita TNI AD lainnya sedang menjalani latihan berganda. Latihan tersebut merupakan bentuk praktik dari teori pertempuran yang telah diberikan selama empat bulan ke belakang.

    "Ada masanya kami nanti akan cantik," tutur wanita yang sekarang berambut cepak ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.