Pindad Siap Penuhi Kebutuhan 114 Juta Amunisi TNI AD

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • EMpat senjata PT Pindad (Persero) saat diluncurkan di Kementerian Pertahanan, Jakarta, 9 Juni 2016. Senjata SS3 menggunakan amunisi kaliber 7,62 mm dan didesain sebagai designated marksman rifle dalam pasukan yang membutuhkan akurasi tinggi. TEMPO/Subekti

    EMpat senjata PT Pindad (Persero) saat diluncurkan di Kementerian Pertahanan, Jakarta, 9 Juni 2016. Senjata SS3 menggunakan amunisi kaliber 7,62 mm dan didesain sebagai designated marksman rifle dalam pasukan yang membutuhkan akurasi tinggi. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose optimistis dapat memenuhi kebutuhan amunisi TNI Angkatan Darat sebanyak 114 juta amunisi per tahun. Apalagi setelah Pindad menyelesaikan pembangunan pabrik baru di Malang, Jawa Timur.

    “Kami bisa produksi lebih-kurang 195 juta per tahun (setelah ada pabrik baru),” ucap Abraham dalam acara apresiasi Pindad ke TNI dan Polri pada Kamis, 27 Desember 2017.

    Baca: Dikritik Soal Akurasi Amunisi, Ini Jawaban Dirut Pindad

    Abraham mengatakan, pada November lalu, PT Pindad mendapatkan keuntungan sebesar Rp 53 miliar. “Kalau kita lihat keuntungannya, Pindad pada November sudah membukukan laba paling tidak 70 persen dari produk industri pertahanan,” ujarnya.

    Sepanjang 2017, Pindad sudah memproduksi 92 jenis amunisi. Abraham pun menjawab tantangan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Mulyono untuk meningkatkan produksi.

    “Sekarang kami diminta melakukan investasi lagi. Dengan menerima PMN (penyertaan modal negara), kami membangun fasilitas pabrik baru,” tutur Abraham.

    Baca: Wiranto Gelar Rapat Koordinasi Bahas Soal Senjata Api

    Setelah diaktifkannya pabrik baru, Abraham mengatakan akan membuat lini baru untuk persenjataan yang diproduksinya. “Rencananya, kami akan membuat lini baru pistol amunisi untuk lini TNI dan lini sport,” katanya.

    Pindad menyelenggarakan acara apresiasi kepada para prajurit TNI yang menjuarai perlombaan menembak tingkat internasional di Australian Army Skill at Arms Meeting dan ASEAN Armies Riffle Meet.

    Dalam acara itu, hadir Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Mulyono, yang juga mengapresiasi para prajurit yang sudah mengantarkan Indonesia menjadi juara dengan senjata yang dibuat PT Pindad. "Selama tiga tahun ini, saya tersanjung. Terima kasih telah mengharumkan TNI AD, bangsa, dan negara," ucap Mulyono.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.