Berlatih Tempur, Siswi Korps Wanita TNI AD Janji Tidak Menangis

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta Pendidikan Pertama Bintara TNI AD sedang menjalani inspeksi kelengkapan alat tempur di Pusat Pendidikan Korps Wanita TNI AD, Lembang, Bandung, 4 Februari 2017. TEMPO/Adam Prireza

    Peserta Pendidikan Pertama Bintara TNI AD sedang menjalani inspeksi kelengkapan alat tempur di Pusat Pendidikan Korps Wanita TNI AD, Lembang, Bandung, 4 Februari 2017. TEMPO/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Prajurit Karier (PK) angkatan 25 Pusat Pendidikan Korps Wanita (Pusdik Kowad) menjalani latihan berganda hari ini, Senin, 5 Februari 2018, di Lembang, Pengalengan, Jawa Barat. Mereka berjanji tidak akan menangis saat berlatih. “Nangis enggak nanti saat latihan berganda?” tanya Komandan Pusdik Kowad Kolonel Tetty Melina kepada beberapa siswi Pendidikan Pertama Bintara, Ahad, 4 Februari 2018. “Siap, tidak!” ujar Novia Sahara, salah satu siswi.

    Sebanyak 62 siswi didik mengikuti latihan berganda mulai pukul 03.00 tadi di pusat pendidikan seluas 2,5 hektare itu. Mereka akan berlatih perang selama empat hari untuk melakukan berbagai latihan, seperti tembak-menembak, navigasi darat menggunakan kompas, dan merayap di bawah tembakan senapan mesin.

    Baca: 62 Calon Prajurit Wanita TNI AD Jalani Latihan Tempur Hari Ini

    “Tidak ada bedanya dengan pola berlatih siswa pria,” ujar Tetty. Latihan berganda adalah praktik berskenario perang untuk mengaplikasikan teori yang dipelajari selama empat bulan terakhir.

    Ia mengecek satu per satu kelengkapan atribut siswi didik. Beberapa dari mereka tampak gugup saat menjawab hingga lupa menyebut atribut yang dibawa. “Lima, alat mandi. Delapan, nesting,” tutur salah satu siswi. “Jangan gugup jadi tentara. Kok, dari lima langsung delapan,” ujar Tetty. Siswi itu pun mengulangi menyebutkan atribut yang dibawanya.

    Baca juga: Jokowi Saksikan Latihan Perang TNI AD

    Ada juga siswi yang lupa memasang kembali magazin senapan M-16-nya saat mengecek kebersihan senjata. Ia mengapit magazin itu di kakinya dan baru tersadar ketika ditegur. “Itu (magazin) mau ditaruh di situ saja,” ujar Tetty. “Siap, tidak.” Siswi itu menjawab sambil memasang kembali magasin senapannya.

    Anggota Prajurit Karier 25 merupakan bintara bertalenta. Siswi yang diseleksi adalah orang-orang yang memiliki keahlian masing-masing, mulai ahli mesin hingga jago bernyanyi. Awal tahun ini, Pusdik Kowad sudah melantik bintara dari kalangan atlet. “Tahun lalu, kami menyeleksi para atlet berprestasi untuk bergabung dengan Kowad,” tutur Tetty.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.