Sidang Eksepsi, Setya Novanto Diminta Tak Berpura-pura Sakit

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto kombo ekspresi terdakwa kasus dugaan korupsi KTP elektronik Setya Novanto mengikuti sidang perdana di gedung Pengadilan Tipikor Jakarta, 13 Desember 2017. Setya Novanto mengaku kurang sehat dan membuat sidang sempat diskors. ANTARA

    Foto kombo ekspresi terdakwa kasus dugaan korupsi KTP elektronik Setya Novanto mengikuti sidang perdana di gedung Pengadilan Tipikor Jakarta, 13 Desember 2017. Setya Novanto mengaku kurang sehat dan membuat sidang sempat diskors. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Partai Golkar, Muladi, meminta Setya Novanto fokus menghadapi dakwaan dalam kasus korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik. Menurut dia, sikap Setya menentukan hukuman yang bakal diterimanya.

    "Jangan ada kesan pura-pura sakit, harus gentlemen, kalau tidak nanti dikira mempersulit dan pidananya berat," kata Muladi di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Selasa, 19 Desember 2017.

    Baca juga: Cerita dari KPK, Setya Novanto Sempat Mengeluh Batuk

    Muladi, bahkan, membandingkan Setya Novanto dengan terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP lainnya, Andi Agustinus alias Andi Narogong. Andi, menurut dia, berani meminta maaf kepada publik dalam pembacaan pembelaan atas tuntutan 8 tahun penjara dari Jaksa KPK.

    Ia pun meminta Setya Novanto memberi contoh kepada masyarakat dalam menjalani proses hukum. Terlebih lagi, Setya Novanto menjabat sebagai Ketua DPR. "Kalau salah ya salah, jangan ada pura-pura sakit. Hadapi saja," kata Muladi.

    Setya Novanto hari ini, Rabu 20 Desember 2017 akan menjalani sidang eksepsi. Sebelumnya, dakwaan terhadap Setya akhirnya dibacakan jaksa penuntut umum KPK pada Rabu pekan lalu. Pembacaan dakwaan dilakukan setelah majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menilai Setya layak melanjutkan persidangan setelah selama tujuh jam mengeluh sakit.

    Baca juga: Nama Tokoh yang Tak Masuk Dakwaan Setya Novanto

    Jaksa KPK mendakwa Setya Novanto mengintervensi sejak mulai penganggaran dan pengadaan proyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun. Ia juga didakwa menerima duit senilai US$7,3 juta dan terlibat dalam sejumlah pertemuan dari proyek tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.