Eggi Sudjana Minta Jokowi Tak Pisahkan Islam dan Politik

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eggi Sudjana ditemui usai menghadiri acara salat subuh berjamaah sekaligus peringatan hari ulang tahun Brigade Jawara Betawi 411. Acara ini diselenggarakan di Masjid Jami Al-Ma'mur Tanah Abang, Jakarta Pusat, 5 November 2017. Tempo/Dias Prasongko

    Eggi Sudjana ditemui usai menghadiri acara salat subuh berjamaah sekaligus peringatan hari ulang tahun Brigade Jawara Betawi 411. Acara ini diselenggarakan di Masjid Jami Al-Ma'mur Tanah Abang, Jakarta Pusat, 5 November 2017. Tempo/Dias Prasongko

    Jakarta -- Eggi Sudjana, Pengacara yang juga Penasehat Alumni 212 meminta Presiden Jokowi untuk tidak memisahkan Islam dengan politik. Eggi mengingatkan, jika Islam dipisahkan dari politik bisa menimbulkan konflik yang berkepanjangan.

    "Saya sebagai rakyatnya berhak juga ngasih tahu Presidennya, jangan salah berpikir. Karena Islam tidak bisa dipisahkan dengan politik, selama itu dipisahkan, pasti konflik terus," kata Eggi usai menghadiri acara peringatan ulang tahun ke-1 Brigade Jawara Betawi 411 di Masjid Jami Al-Ma'mur di Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Minggu 5 November 2017.

    BACA:Eggy Sudjana Tagih Janji Anies Hentikan Reklamasi Teluk Jakarta

    Brigade Jawara Betawi yang terbentuk setelah aksi bela Islam pada 4 November 2016 (aksi 411), menggelar peringatan hari jadinya yang pertama. Dalam acara peringatan yang dihadiri Alumni Aksi Bela Islam 4 November 2016 itu juga dihadiri Alumni 212, aksi Bela Islam jilid II, 2 Desember 2016. Acara peringatan ditandai dengan salat subuh berjamaah.

    BACA:Romo Magnis Santai Hadapi Pelaporan Balik Eggi Sudjana

    Menurut Eggi, dalam ajaran agama Islam pemisahan antara agama (Islam) dan politik tidak bisa dilakukan. Apalagi, Eggi, di dalam sila pertama Pancasila sudah jelas tertera bahwa Ketuhanan adalah prinsip yang pertama.

    Jika pemisahan itu terjadi, Eggi berujar bahwa hal ini bisa membawa pada praktik beragama yang tidak baik. Menurut Eggi, praktik pemisahan inilah yang membawa pada praktik kriminalisasi terhadap para ulama.

    "Karena itu, bagaimana memisahkan agama dan politik dalam kehidupan bernegara, nah di sinilah di dalam mengingat supaya kita justru ulama-ulama tidak dikriminalisasi," kata Eggi Sudjana.

    DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.