Kembangkan Energi Terbarukan, Jabar Raih Penghargaan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerintah Provinsi Jawa Barat fokus dalam mendorong pengembangan energi terbarukan.

    Pemerintah Provinsi Jawa Barat fokus dalam mendorong pengembangan energi terbarukan.

    INFO JABAR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat meraih penghargaan Anugerah Energi Lestari 2017 kategori Pemerintah Daerah Aktif Mendorong Produksi Pengembangan Energi Terbarukan (EBT). Penghargaan diserahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan di Jakarta, Jumat, 15 September 2017.

    Asisten Ekonomi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat Eddy Iskandar Muda Nasution, mewakili Gubernur Jawa Barat, mengaku senang dengan apresiasi yang diinisiasi Majalah Gatra ini.  Menurut dia, Pemerintah Provinsi Jawa Barat fokus dalam mendorong pengembangan energi terbarukan. “Jawa barat memiliki potensi energi terbarukan cukup besar dan Gubernur  sangat visioner dalam mendorong pengembangannya,” ujarnya.

    Menurut Eddy, EBT yang didorong pengembangannya di Jawa Barat adalah panas bumi. Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menunjukkan potensi panas bumi Jawa Barat mencapai 6.101 megawatt, tersebar di 44 titik di beberapa kabupaten atau kota. Angka ini berarti mencapai 20,8 persen dari total potensi panas bumi Indonesia.

    Dalam sambutannya, Ignatius mengatakan pemerintah saat ini  serius  mengembangkan EBT di tanah air. “Terbukti hingga September 2017, pemerintah sudah menandatangani 60 kontrak terkait dengan EBT,” ucapnya.

    Presiden Direktur Majalah Gatra Tigor Tanjung mengatakan penghargaan diberikan kepada pemerintah daerah, perusahaan BUMN maupun swasta, yang berkomitmen terhadap perkembangan EBT. Ada 11 kategori penghargaan yang penerimanya diseleksi tim panelis, yang terdiri dari Pemimpin Redaksi Majalah Gatra Carry Nadeak, Ketua Masyarakat Energi Baru Terbarukan Indonesia (METI) Surya Darma, Sekretaris Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana, serta Tenaga Ahli EBTKE Faisal Rahadian. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.