SBY - Prabowo di Cikeas, Wiranto: Pertemuan Biasa Saja, kok Ribut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menpolhukam Wiranto saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenpolhukam Jakarta, 11 April 2017. TEMPO/Albert/magang

    Menpolhukam Wiranto saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenpolhukam Jakarta, 11 April 2017. TEMPO/Albert/magang

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menganggap pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada 27 Juli lalu sebagai hal wajar.

    Dia menolak menyoroti lebih jauh hasil pertemuan berdurasi satu jam yang berlangsung di Kediaman SBY, di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor tersebut. 
     
    "Biar saja tak usah disoroti macam-macam. Pertemuan biasa saja kok ribut," ujar Wiranto di depan kantornya, Jakarta Pusat, Senin, 31 Juli 2017.
    Baca :
    Hasil Lengkap Pertemuan Prabowo dan SBY di Cikeas

    Pengamat: SBY-Prabowo Bertemu, Peta Politik Mengulangi 2014

    Wiranto, mengaku sebagai kolega SBY dan Prabowo saat bertugas di militer, justru menganggap awak media berlebihan dalam menanggapi peristiwa tersebut. Mantan Ketua Umum Partai Hanura ini juga menolak memberi tanggapan dari sudut pandang politik. 
     
    "Hari-hari saya bertemu siapa juga tak diributkan orang. Pak SBY mau ketemu siapapun boleh sebagai manusia, mau ketemu sesamanya. Pak Prabowo juga."

    Pertemuan SBY - Prabowo itu sempat dilanjutkan dengan jumpa pers. SBY selaku tuan rumah, menyebutkan adanya keinginan para kader Demokrat dan Gerindra agar kedua pemimpinnya bertemu, pasca pengesahan Undang Undang Pemilu. 
     
    "Saya pastikan kami bertemu dengan niat dan tujuan yang baik. Mudah-mudahan rakyat mengetahui dan negara juga mendengarkannya," kata SBY dalam jumpa pers tersebut.

    Simak pula : Bertemu SBY, Prabowo: Presidential Threshold Lelucon Politik
     
    Presiden RI keenam itu mengaku meningkatkan komunikasi dan kerja sama dengan Gerindra. Namun, pertemuan itu belum berujung pada keputusan membentuk koalisi. 
     
    Adapun Prabowo Subianto mengatakan pertemuan dirinya dengan SBY dalam suasana yang prihatin. Baik Gerindra maupun Demokrat, kata dia, menyayangkan maraknya cara yang tidak sehat dalam politik yang berpotensi merusak kemampuan berpikir rakyat Indonesia. 
     
    YOHANES PASKALIS PAE DALE | AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.