Masa Jabatan Berakhir, KPU Luncurkan 5 Buku soal Pemilu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Wahyu Putro A

    ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Tujuh Komisioner Komisi Pemilihan Umum periode 2012-2017 meluncurkan lima buku menutup masa jabatan yang akan berakhir 12 April 2017. Peluncuran buku ini disertai dengan peresmian ruang operator (operator room) memantau KPU di seluruh Indonesia.

    "Buku ini semacam laporan pertanggungjawaban kami kepada semua pihak dan kami kirimkan ke DPR dan Presiden mewakili pemerintah," kata Ketua KPU, Juri Ardiantoro, di kantornya di Jakarta, Senin 10 April 2017.

    Baca: Ketua KPU Resmikan Lima Rumah Pintar Pemilu

    Sebanyak lima buku diluncurkan bersamaan. Mereka adalah Inovasi Pemilu, Penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014, Pemilu Legislatif 2014, Pilkada Serentak 2015 dan 2017, dan Potret Partisipasi Pemilih 2014.

    Juri menambahkan delapan komisioner telah bekerja dan bertanggung jawab melalui buku ini sejak 2012 dengan adanya Husni Kamil Manik yang menjabat sebagai Ketua KPU. "Kami menempatkannya sebagai tokoh penting dalam KPU," kata Juri.

    Baca: Dugaan Langgar Etik, Ketua KPU DKI Dilapor Relawan Ahok ke DKPP

    Komisioner KPU lainnya, Sigit Pamungkas, mengatakan kelima buku ini mendokumentasikan pekerjaan KPU selama lima tahun terakhir. "Kalau tidak menuliskannya dalam buku itu seperti zaman kegelapan. KPU berusaha zaman kegelapan tidak terjadi terus menerus," kata Sigit.

    Sigit menjelaskan buku-buku ini berbicara tentang cara-cara KPU pemilu legislatif: DPR, DPD, DPRD, dan pemilu presiden. "Ada detail yang tidak dimuat di buku yang sudah beredar, bisa dilihat dalam dokumentasi ini," kata Sigit. Ia mengklaim buku ini memuat detail cerita terkait penyelenggaraan pemilu selama lima tahun terakhir.

    ARKHELAUS W.

    Baca: KPU Sosialisasikan Sipol untuk Permudah Verifikasi Peserta Pemilu  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.