Kasus Dimas Kanjeng, Suami Marwah Daud Datangi Polda Jawa Timur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marwah Daud Ibrahim. Dok. TEMPO/Zulkarnain

    Marwah Daud Ibrahim. Dok. TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO.CO, Jakarta - Suami Marwah Daud Ibrahim, Tajul Ibrahim, akhirnya memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Timur hari ini, Rabu, 19 Oktober 2016. Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Dimas Kanjeng Taat Pribadi dalam kasus penipuan berkedok penggandaan uang.

    Tajul tiba bersama kuasa hukumnya, Isa Yulianto, dan satu saksi lain, Suparman, sekitar pukul 10.50 WIB. Isa mengatakan kliennya datang untuk memenuhi panggilan penyidik Polda Jawa Timur. "Klien kami tidak mangkir, tapi kemarin memang sakit," ucapnya.

    Baca: Kasus Dimas Kanjeng, Suami Marwah Daud Diduga Terlibat

    Penyidik sebelumnya mengagendakan pemeriksaan terhadap Tajul pada Senin, 17 Oktober 2016, bersama Marwah dan lima saksi lain yang diduga pengikut Dimas Kanjeng yang menjabat sultan. Namun Tajul tidak hadir. Saat itu Marwah menuturkan suaminya sedang sakit. "Syarafnya ada yang putus saat angkat-angkat barang," ujarnya.

    Baca: Diperiksa Soal Dimas Kanjeng, Ini Kata Marwah Daud

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono belum bisa dimintai konfirmasi soal alasan pemeriksaan Tajul hari ini. Namun informasi yang beredar di kalangan wartawan, suami Marwah Daud itu berperan penting karena diduga mengajak ribuan orang dari Sulawesi Selatan bergabung menjadi pengikut Dimas Kanjeng.

    Baca: Dimas Kanjeng Ditahan, Begini Nasib Bisnis Santrinya

    Kasus dugaan penipuan yang dilakukan Dimas Kanjeng muncul setelah polisi menetapkannya sebagai tersangka kasus pembunuhan terhadap Ismail Hidayah dan Abdul Ghani. Dua pria itu adalah murid Dimas Kanjeng. Diduga, motif pembunuhan itu adalah khawatir keduanya membongkar praktek penipuan yang Dimas Kanjeng lakukan selama ini.

    Saksikan: Video: Ini Cerita Istri Kedua Dimas Kanjeng

    Dimas Kanjeng memiliki ribuan murid yang tersebar di berbagai daerah, di antaranya Makassar, Sulawesi Selatan; Samarinda, Kalimantan Timur; dan Cianjur, Jawa Barat. Dari murid-muridnya itulah, dia mendapat “setoran” uang yang dia sebut sebagai uang mahar. Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan Dimas Kanjeng sebagai tersangka.

    NUR HADI

    Baca juga:
    Kasus Suap DPRD Kebumen, Direktur Utama PT OSMA Diperiksa KPK
    Universitas Indonesia Kembangkan Kosmetik dari Belimbing


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.