Hary Tanoe Sebut Jokowi-JK Lamban Urus Perekonomian

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo, menyampaikan orasi politik saat Deklarasi Partai Perindo di JiExpo, Jakarta, Sabtu 7 Februari 2015. ANTARA/Ismar Patrizki

    Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo, menyampaikan orasi politik saat Deklarasi Partai Perindo di JiExpo, Jakarta, Sabtu 7 Februari 2015. ANTARA/Ismar Patrizki

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Hary Tanoesodibjo, menyebut Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla lambat dalam mengurus masalah perekonomian dalam setahun masa pemerintahannya. Hal ini, kata dia, disebabkan pemerintah kurang fokus menggenjot program bagi kalangan menengah bawah.

    "Indonesia kalau mau maju artinya pertumbuhan masyarakat menengah bawah harus lebih cepat dari menangah atas." kata Hary di kantor Wakil Presiden, Senin, 19 Oktober 2015.

    Oleh karena itu, kata Hary, program pemerintah harus fokus menyentuh langsung masyarakat golongan menengah ke bawah. Selain masalah kesenjangan sosial, masalah korupsi, penegakkan hukum, dan pendidikan juga memberikan andil pada terhambatnya pertumbuhan ekonomi.

    Hary berharap paket kebijakan yang dikeluarkan Jokowi-JK dapat membuka jalan untuk menumbuhkan perekonomian. Namun, ia meminta agar implementasi dari paket kebijakan diperhatikan agar tak diselewengkan. Selain itu, ia meminta agar pemerintah memberlakukan proteksi pada kalangan menangah bawah supaya tak tergilas pasar bebas.

    "Bagaimana mereka dilindungi, jangan diadu di pasar bebas karena pasti kegiles, ini yang saya harapkan dilakukan pemerintah. Kalau kita bisa melakukan ini, saya yakin ekonomi akan tumbuh," kata dia.

    TIKA PRIMANDARI

    Baca juga: 
    Kalla Mau Evaluasi KPK, Terlalu Banyak Tangkap Orang?
    PDIP Siaga, PAN Diajak Bicara: Ada Reshuffle Kabinet?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.