Amanat Jenderal Soedirman Dikutip Jokowi, Ini Versi Utuhnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenderal Sudirman (doc)

    Jenderal Sudirman (doc)

    TEMPO.CO , Jakarta:- Presiden Jokowi mengutip amanat Jenderal Besar Soedirman ketika berpidato dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke 70 tahun di Cilegon, Banten, Senin 5 Oktober 2015. Menurut Jokowi, TNI harus menegaskan jati diri sebagai  tentara rakyat.

    Jokowi menegaskan, TNI dilahirkan, dirawat dan dibesarkan oleh rakyat. Ibarat Ikan, TNI Tidak akan bertahan hidup jika tidak berdampingan dengan rakyat selaku airnya. "Sejarah mencatat bahwa TNI dilahirkan dari rahim rakyat. Panglima Besar Jenderal Soedirman menyatakan bahwa hubungan TNI dengan rakyat adalah ibarat ikan dan air," kata Jokowi. (baca:Berikut Amanat Lengkap Presiden Jokowi di HUT ke-70 TNI)

    Seperti apa amanat Jenderal Besar Soedirman? Berikut petikannya yang sering menjadi sumber inspirasi para prajurit TNI. Amanat ini disampaikan Jenderal Soedirman seperti yang dicantumkand alam Maklumat Tentara Keamanan Rakyat 1 Januari 1946)

    Anak-anakku tentara Indonesia...

    Robek-robeklah badanmu, potong-potonglah jasadku, Tetapi Jiwaku yang dilindungi benteng Merah Putih akan tetap hidup, tetap menuntut bela, siapapun lawan yang dihadapi.Tentara bukan merupakan suatu kalangan diluar masyarakat, bukan suatu kasta yang berdiri diatas masyarakat.

    Tentara hanya mempunyai kewajiban satu ialah mempertahankan kedaulatan negara dan menjaga keselamatannya, sudah cukup kalau tentara takut memegang kewajibannya itu.

    Lagi pula sebagai tentara, disiplin harus dipegang teguh tunduk kepada pimpinan atasannya, dengan iklas mengerjakan kewajibannya tunduk kepada perintah pimpinannya. Inilah merupakan kekuatan dari suatu tentara.

    Kamu sekalian telah bersumpah bersama-sama rakyat seluruhnya, akan mempertahankan kedaulatan negara republik kita dengan segenap harta benda dengan jiwa raga, jangan sekali-kali diantara tentara kita, ada yang menyalahi janji menjadi penghianat nusa, bangsa, dan agama. 

    Harus kamu senantiasa ingat, bahwa tiap-tiap perjuangan tentu memakan korban tetapi kamu sekalian telah bersumpah, ikhlas mati sebagai kusuma bangsa. Meskipun kamu dapat dilatih jasmani yang sehebat-hebatnya, tidak akan berguna jika kamu mempunyai sifat menyerah, tentara akan timbul dan tenggelam bersama-sama negara.

    Anak-anakku tentara Indonesia, kamu bukanlah serdadu sewaan, tetapi prajurit yang berideologi yang sanggup berjuang dan menempuh maut untuk keluhuran Tanah Airmu.

    Percaya dan yakinlah, bahwa kemerdekaan suatu negara yang didirikan diatas himpunan runtuhan ribuan jiwa, harta benda dari rakyat dan bangsanya tidak akan dapat dilenyapkan oleh manusia siapapun juga. Berjuang terus.

    Insya Allah, Tuhan melindungi perjuangan suci kita, janji sudah kita dengungkan, tekad sudah kita tanamkan, semua ini tidak akan bermanfaat bagi tanah air kita, apabila janji dan tekad ini tidak kita amalkan dengan amalan yang nyata.

    WDA | REZKY A

    Baca juga:

    G30S: Alasan Intel Amerika Incar Sukarno, Dukung Suharto
    G30S:Kisah DiplomatAS yang Bikin Daftar Nama Target Di-dor!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.