Haedar Nashir Ketua Umum PP Muhammadiyah yang Baru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi : Muhammadiyah Harus ikut Berantas Korupsi dan Narkoba

    Jokowi : Muhammadiyah Harus ikut Berantas Korupsi dan Narkoba

    TEMPO.CO, Makassar - Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar menunjuk Haedar Nashir sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Muhamamdiyah periode 2015-2020. Penetapan ditetapkan dalam rapat pleno ke delapan di Balai Sidang Muktamar, Universitas Muhammadiyah, Makassar, sekitar pukul 21.00 Wita.

    Penetapan tersebut dibacakan oleh ketua panitia pemilihan, Ahmad Dahlan Rais, di hadapan 2.000 lebih peserta muktamar. Selain menetapkan ketua umum, muktamar juga menetapkan Abdul Mu'ti sebagai sekretaris umum.

    "Mengusulkan menjadi ketua umum PP Muhamamdiyah periode 2015-2020, DR Haedar Nashir," kata Dahlan, disambut tepuk meriah seisi ruang sidang. Dahlan sempat meminta persetujuan hadirin, sebagai mekanisme pemilihan di Muhammadiyah. "Apakah bisa diterima?'," ujar Dahlan yang dijawab serentak. "Bisa!"

    Haedar ditunjuk oleh 13 formatur atau anggota tetap PP Muhammadiyah terpilih, dalam rapat tertutup secara terpisah. Rapat hanya berlangsung 15 menit. Sebelumnya dia memang calon terkuat, karena menempati peringkat teratas dalam pemungutan suara di muktamar.

    Sebelumnya pada Kamis malam ini rapat pleno muktamar diisi dengan penetapan 13 formatur tetap. Formatur itu merupakan peraih suara tertinggi di antara 39 calon tetap pada pemungutan suara Rabu lalu.

    Selanjutnya, muktamar digelar Jumat pagi dengan agenda penetapan ketua umum yang baru. Penetapan ditandai dengan prosesi serah terima jabatan dari Ketua Umum periode 2010-2015, Din Syamsuddin. Adapun penutupan muktamar digelar Jumat sore, dan dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla.

    AAN PRANATA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.