Pilkada Blitar, Adik Anas Urbaningrum Terganjal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anas Urbaningrum, berjalan meninggalkan rumah tahanan gedung KPK, Jakarta, 17 Juni 2015. Mahkamah Agung juga mewajibkan Anas untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 57.592.330.580 kepada negara, dan dicabut hak politik. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Anas Urbaningrum, berjalan meninggalkan rumah tahanan gedung KPK, Jakarta, 17 Juni 2015. Mahkamah Agung juga mewajibkan Anas untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 57.592.330.580 kepada negara, dan dicabut hak politik. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Blitar  - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Blitar akan memperpanjang masa pendaftaran bakal calon kepala daerah pada 1 – 3 Agustus 2015. Ini lantaran proses pencalonan adik bekas Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum hingga kini tak kunjung jelas.

    Ketua KPU Kabupaten Blitar Imron Nafifah mengatakan dengan hanya adanya satu pasangan bakal calon bupati yang mendaftar, maka KPU memutuskan untuk memperpanjang masa pendaftaran. Rencananya pendaftaran gelombang kedua ini akan mulai dibuka besok tanggal 1 – 3 Agustus 2015 dengan harapan menjaring lebih banyak bakal calon. “Perpanjangan ini akan kita sosialisasikan tiga hari mulai sekarang,” kata Imron, Rabu 29 Juli 2015.

    Hingga hari terakhir pendaftaran gelombang pertama kemarin, baru ada satu pasangan bakal calon yang mendaftarkan diri ke KPU. Mereka adalah Wakil Bupati Blitar Rijanto sebagai bakal calon bupati yang berpasangan dengan Ketua DPRD Kabupaten Blitar Marheinis Urip Widodo. Kedua kandidat ini memiliki akronim pasangan RIDHO.

    Pasangan ini diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang berkoalisi dengan partai Gerindra. Ketua tim pemenangan PDIP Kabupaten Blitar, Suwito mengakui jika partainya telah melakukan spekulasi politik yang berpotensi menyebabkan terjadinya calon tunggal dalam pilkada ini. Namun dia berharap partai lain di Blitar akan menggunakan hak politik mereka untuk mengusung calon pada masa pendaftaran periode kedua. “Sebab saya juga tidak tahu akan mendapat lawan atau tidak,” katanya.

    Sementara itu Anna Luthfie, adik kandung bekas Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, masih yakin bakal maju pada pemilihan kepala daerah Blitar. Ketua DPP Partai Perindo ini menegaskan pencalonannya telah didukung oleh koalisi Partai Gerindra, Golkar dan PPP. Dia juga menyebut bekas Ketua DPC PDIP Kabupaten Blitar Guntur Wahono sebagai wakilnya. “Ada pertimbangan khusus sehingga memilih mendaftar pada tahap dua,” katanya.

    Namun pernyataan tersebut dibantah oleh Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Blitar, Arbain Hamdan. Menurut Arbain, rekomendasi partainya telah turun untuk berkoalisi dengan PDIP mendukung pasangan calon RIDHO. Bahkan untuk menunjukkan komitmennya tersebut, Arbain bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar dari Partai Gerindra ikut mengantarkan pendaftaran RIDHO ke KPU kemarin. “Hasil rekomendasi DPP Partai Gerindra kita mendukung pasangan Rijanto-Marheinis, "ujarnya.

    Suwito membantah rumor yang mengatakan partainya sengaja mendesain pemilihan ini hanya menghasilkan calon tunggal. Targetnya adalah menunda pelaksanaan pilkada hingga tahun 2017 mendatang. Rumor tersebut menurut dia hanyalah manuver untuk mendiskreditkan calonnya agar mendapat persepsi negatif dari masyarakat. “Kami juga tak akan membentuk calon boneka,” tegasnya.

    Hingga saat ini sejumlah partai lain tak kunjung mengumumkan calon mereka. Partai tersebut adalah Partai Kebangkitan Bangsa, Demokrat, Golkar, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Persatuan Pembangunan.

    HARI TRI WASONO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.