Qanun Jinayat Aceh Juga Berlaku untuk Non-Muslim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Hukuman Cambuk. ANTARA/Ampelsa

    Ilustrasi Hukuman Cambuk. ANTARA/Ampelsa

    TEMPO.CO , Banda Aceh: Rancangan Qanun Jinayat (Pidana), yang merupakan bagian dari pelaksanaan Syariat Islam di Aceh, sedang dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Qanun tersebut juga berlaku bagi warga non-muslim yang melanggar Syariat Islam.

    Tenaga Ahli penyusun Qanun tersebut, Prof Alyasa Abubakar, mengatakan berlakunya qanun tersebut untuk non-muslim sesuai dengan amanah Undang Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA). “Pasal tentang berlaku untuk non-muslim di rancangan qanun, hanya dipindahkan dari pasal di UUPA,” ujar Alyasa kepada Tempo, Senin, 8 September 2014. (Baca juga: LSM Desak Presiden Keluarkan Perpres Batalkan Qanun Jinayat)

    Menurut Alyasa, aturan tersebut tercantum dalam Pasal 5 rancangan Qanun Jinayat yang sedang dibahas. Aturan itu sama halnya dengan yang tercantum dalam Pasal 126 ayat (2) dan Pasal 129 ayat (1) dan (2) UU Nomor 11 Tahun 2006.

    Pasal 5 rancangan Qanun Jinayat adalah sebagai berikut; Qanun ini berlaku untuk:
    (a) setiap orang beragama Islam yang melakukan jarimah di Aceh;
    (b) setiap orang beragama bukan Islam yang melakukan jarimah di Aceh bersama-sama dengan orang Islam dan memilih serta menundukkan diri secara sukarela pada Hukum Jinayat;
    (c) setiap orang beragama bukan Islam yang melakukan perbuatan jarimah di Aceh yang tidak diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) atau ketentuan pidana di luar KUHP, tetapi diatur dalam Qanun ini; dan
    (d) badan usaha yang menjalankan kegiatan usaha di Aceh.

    Sementara Pasal 126 Undang Undang Pemerintahan Aceh berbunyi; (1) Setiap pemeluk agama Islam di Aceh wajib menaati dan mengamalkan syariat Islam. (2) Setiap orang yang bertempat tinggal atau berada di Aceh wajib menghormati pelaksanaan syariat Islam.

    Alyasa mengatakan pengesahan Qanun Jinayat masuk dalam agenda terakhir DPRA periode 2009-2014 yang akan berakhir masa jabatannya setelah DPRA periode baru (2014-2017) dilantik pada 31 September 2014 mendatang.

    ADI WARSIDI

    Berita lain:
    PDIP-Jokowi Tak Berkutik di Depan Koalisi Prabowo 

    Pengacara Jokowi Kritik Tim Transisi

    Identitas Jack the Ripper Akhirnya Terungkap




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?