Ketua Gerindra Jakarta Ancam Culik Ketua KPU

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPD Gerindra M Taufik (kiri) menggantikan Prabowo, memenuhi panggilan Ketua Panwaslu Ramadansyah (tengah) di Gedung Panwaslu, Jakarta, Senin (3/9). TEMPO/Tony Hartawan

    Ketua DPD Gerindra M Taufik (kiri) menggantikan Prabowo, memenuhi panggilan Ketua Panwaslu Ramadansyah (tengah) di Gedung Panwaslu, Jakarta, Senin (3/9). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Daerah DKI Jakarta Partai Gerakan Indonesia Raya Muhammad Taufik mengancam bakal menculik Ketua Komisi Pemilihan Umum Husni Kamil Manik. Musababnya, kata Taufik, Husni tak becus dalam menyelenggarakan pemilu. Taufik berorasi bersama ratusan orang dari berbagai sayap Partai Gerindra.

    "Tak ada garansi Husni jujur menyelenggarakan pemilu," kata Taufik di depan gedung Mahkamah Konstitusi di Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat, 8 Agustus 2014.

    Menurut Ketua KPU DKI Jakarta yang dicopot dalam kasus korupsi itu, KPU tergesa-gesa melakukan sidang pleno rekapitulasi nasional pada 22 Juli. Padahal, kata dia, undang-undang membolehkan rekapitulasi sebulan seusai pemungutan. "Mari kita gantung KPU," katanya di tengah lautan massa.

    Ketua Aliansi Penyelamat Pemilu Fikri juga mengkritik kinerja Ketua KPU Husni Kamil Manik. Fikri menilai Husni tak tegas dalam memimpin sidang pleno KPU. "Ketua KPU, kok, cengengesan," katanya. (Baca: Panglima TNI Anggap Pencopotan KSAD Lumrah)

    Koordinator lapangan aksi ini, Akbar Husein, mengatakan bakal kembali mendatangkan massa Senin pekan depan. "Untuk mengawal keadilan, kami kerahkan lima ribu massa," katanya.

    MUHAMMAD MUHYIDDIN

    Terpopuler
    Merasa Kecewa, Pendukung Prabowo Pindah Dukungan
    Begini Celah Penipuan dalam Arisan MMM
    Ada Pesan Lowongan Budak Seks ISIS di UIN
    Pilpres Diulang, Jokowi-JK Bakal Unggul Jauh
    Bursa Ketua Umum Golkar, Ini Petanya
    ISIS Kuasai Kota Kristen Terbesar di Irak  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.