Djoko Suyanto: Bom Vihara Rusak Kesucian Ramadan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkopolhukam Djoko Suyanto. TEMPO/Dasril Roszandi

    Menkopolhukam Djoko Suyanto. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Djoko Suyanto, meminta masyarakat lebih proaktif mencegah munculnya aksi terorisme. "Social awareness harus lebih ditingkatkan dan masyarakat diminta melaporkan setiap tindakan yang mencurigakan," katanya di Jakarta, Senin, 5 Agustus 2013.

    Menurut Djoko, dua ledakan bom yang terjadi di Vihara Ekayana, Duri Kopa, Jakarta Barat, Ahad malam, merupakan bukti masih adanya pelaku-pelaku terorisme di sekitar masyarakat. Teroris ini, kata dia, selalu mencari kelengahan aparat. Karena itu, aparat pun diminta untuk lebih waspada.

    Ihwal ledakan beruntun di Vihara Ekayana, Djoko sudah meminta aparat keamanan untuk mencari dan menangkap siapa pun pelaku peledakan di vihara tersebut. Tak hanya mengutuk, Djoko menyebutkan, peledakan di vihara telah merusak suasana damai selama menjalani bulan suci Ramadan tahun ini.

    Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Ronny Franky Sompie, mengatakan pihaknya terus melakukan pengembangan. Polisi masih belum dapat menyimpulkan motif di balik peledakan itu. "Sampai saat ini saya belum terima hasil, tentang motif dan kemungkinan bom dari mana," kata Ronny saat dihubungi.

    Menurut Ronny, saat ini tim Detasemen Khusus Antiteror 88 dan tim penjinak bahan peledak, Gegana, masih melakukan penelitian lanjutan di tempat kejadian perkara. Rencananya, hasil olah TKP itu akan diusahakan rampung hari ini.

    Ledakan di vihara yang berlokasi di Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, ini terjadi sebanyak dua kali. Ledakan pertama terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Ledakan susulan terjadi pada pukul 22.00. Ledakan terjadi setelah kebaktian mingguan.

    IRA GUSLINA SUFA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.