Cari Tambahan, Pak Guru Jualan Minuman Keras

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepolsian Resor Jakarta Utara menggelar barang bukti berupa minuman keras dan tersangka hasil Operasi Cipta Kondisi menjelang bulan Ramadhan yang dilakukan 1 Juli hingga 18 Juli 2012 di halaman Polres Jakarta Utara, Kamis (19/7). TEMPO/Tony Hartawan

    Kepolsian Resor Jakarta Utara menggelar barang bukti berupa minuman keras dan tersangka hasil Operasi Cipta Kondisi menjelang bulan Ramadhan yang dilakukan 1 Juli hingga 18 Juli 2012 di halaman Polres Jakarta Utara, Kamis (19/7). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO , Jepara - Imam S, 42 tahun, salah seorang guru Sekolah Dasar Negeri di Desa Ujung Watu, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, ditangkap satuan Polisi Pamong Praja dalam operasi minuman keras, Selasa 16 Oktober 2012.

    Pada Mei lalu, Imam pernah dua kali terkena razia dengan kasus yang sama: menjual minuman keras. Tapi pihak aparat satuan Polisi Pamong Praja membebaskannya.

    Saat itu, Imam beralasan terpaksa menjual minuman keras demi mencari tambahan penghasilan karena belum memperoleh tunjangan sertifikasi. "Tapi kali ini kami proses dan kami laporkan ke instansinya agar mendapatkan tindakan," kata Pujo Prasetyo, Kepala Seksi Penegakan Perundangan Satpol PP Kabupaten Jepara, Rabu 17 Oktober 2012.

    Usaha menjual minuman keras oplosan itu dilakukan Imam seusai mengajar. Ketika tertangkap kemarin, puluhan jerigen berisi minuman keras oplosan disembunyikan di rumah tetangganya Kasran. "Ada 10 jerigen berisi 35 liter minuman keras oplosan yang kami jadikan barang bukti," kata Pujo.

    Selain itu, Satpol PP juga menyita 24 liter minuman keras oplosan yang sudah dikemas dalam 24 bungkus plastik berisi satu liter. "Saya siap menerima tindakan dari atasan kami. Menjual miras untuk mencari tambahan penghasilan," kata Imam, ayah tiga anak ini.

    Satuan Polisi Pamong Praja Jepara gencar melakukan razia minuman keras karena baru-baru ini menangkap basah sejumlah pelajar SMA yang menenggak minuman keras oplosan. Dari hasil mengusutannya, para pelajar itu mendapatkan minuman keras dari warung di Jepara bagian utara.

    Selain menangkap Imam, Polisi Pamong Praja juga merazia minuman kerasa dari rumah Pani, warga Dukuh Duren, Desa Tubanan, Kecamatan Kembang. Dari rumah Pani, petugas menyita 15 botol berisi masing- masing 1,5 liter miras yang dioplos gingseng.

    BANDELAN AMARUDIN

    Berita terpopuler lainnya:
    Novi Akan Tuntut Penyebar Foto Syur  
    Panglima TNI Bela Anak Buahnya yang Pukul Wartawan 

    Penyebab Novi Lepas Baju di Mobil Versi Psikiater 

    Pagi Ini, Jokowi Nempel SBY di Kemayoran 

    Seperti Apa Impian Jokowi Soal Metromini?

    Dua Polisi yang Hilang di Poso Ditemukan Tewas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gaji Gubernur dan Perbandingan Luas Jawa Tengah dengan Malaysia

    Dalam Debat Pilpres 2019 pertama pada 17 Januari 2019, Prabowo Subianto menyinggung besaran gaji gubernur dengan mengambil contoh Jawa Tengah.