Kronologi Penyerangan Jamaah Ahmadiyah di Cikeusik

Reporter

Editor

Lokasi kejadian pascapenyerangan terhadap warga yang diduga Ahmadiyah di Cikeusik-Banten. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO Interaktif, Pandeglang - Kekerasan terhadap Jamaah Ahmadiyah kembali terjadi di Cikeusik, Banten, Minggu (6/2). Sebanyak enam orang dikabarkan tewas akibat penyerangan oleh ribuan warga Cikeusik tersebut. Namun menurut Kepala Kepolisian Resor Pandeglang AKBP Alex Fauzy Rasyad, korban yang tewas sebanyak tiga orang bukan enam orang. "Sementara yang luka ada 5 orang, kini mereka tengah dirawat di Rumah Sakit," kata Alex. 

Alex menjelaskan sebelum insiden terjadi, jamaah Ahmadiyah tengah berkumpul di rumah salah seorang pimpinan Ahmadiyah Cikeusik, Parman. Mereka mulai berdatangan sejak Sabtu (5/2) malam. Warga yang melihat berkumpulnya jamaah Ahmadiyah ini kemudian meminta mereka untuk membubarkan diri. Jamaah Ahmadiyah menolak. 

Menurut Alex, jamaah Ahmadiyah mengatakan akan bertahan sampai titik darah penghabisan. Mereka, lanjut Alex, juga mengatakan lebih baik mati daripada membubarkan diri. Akhirnya ribuan warga dari berbagai kecamatan datang. Bentrokan kemudian tidak terhindari. Akibatnya, kata Alex, satu kendaraan roda empat dibakar massa. Sedangkan satu mobil jenis APV didorong hingga masuk ke jurang.    

Adapun Lukman, seorang tokoh masyarakat setempat mengatakan warga yang datang tidak ingin melakukan penyerangan. Mereka hanya ingin jamaah Ahmadiyah membubarkan diri. "Tapi saat itu, jamaah Ahmadiyah membacok seorang warga Cikeusik, akhirnya warga tersulut emosi dan menyerang mereka," kata Lukman. 

WASI'UL ULUM








Pemerintah Diminta Perhatikan Jemaah Ahmadiyah NTB Saat Lebaran

6 Juni 2018

Pemerintah Diminta Perhatikan Jemaah Ahmadiyah NTB Saat Lebaran

Penyerangan dan pengrusakan terhadap rumah jemaah Ahmadiyah di Grebek, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat terjadi pada 19 dan 20 Mei lalu.


Ahmadiyah Disebut Kerap Alami Kekerasan Berbasis Agama Sejak 1998

21 Mei 2018

Ahmadiyah Disebut Kerap Alami Kekerasan Berbasis Agama Sejak 1998

Tindakan intoleran terhadap jemaah Ahmadiyah yang baru-baru ini terjadi adalah aksi penyerangan, perusakan, dan pengusiran di Lombok Timur, NTB.


Ahmadiyah Meminta Polisi Memproses Pelaku Penyerangan di Lombok

21 Mei 2018

Ahmadiyah Meminta Polisi Memproses Pelaku Penyerangan di Lombok

Jamaah Ahmadiyah meminta langkah cepat Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi seperti pernyataannya di media sosial.


Perusak Rumah Warga Ahmadiyah di NTB Diperkirakan 50 Orang

21 Mei 2018

Perusak Rumah Warga Ahmadiyah di NTB Diperkirakan 50 Orang

Massa merusak 24 rumah warga Ahmadiyah. Polisi mengevakuasi penduduk ke kantor Kepolisian Resor Lombok Timur.


Setara: Persekusi Ahmadiyah Merupakan Tindakan Biadab

20 Mei 2018

Setara: Persekusi Ahmadiyah Merupakan Tindakan Biadab

Setara Institute mengecam persekusi yang menimpa komunitas Jamaah Ahmadiyah di Lombok Timur.


Sekelompok Orang Serang dan Usir Penganut Ahmadiyah di NTB

20 Mei 2018

Sekelompok Orang Serang dan Usir Penganut Ahmadiyah di NTB

Sekelompok orang melakukan penyerangan, perusakan, dan pengusiran terhadap warga penganut Ahmadiyah di Desa Greneng, Lombok Timur.


Jemaah Ahmadiyah Minta di Kolom Agama E-KTP Ditulis Islam

25 Juli 2017

Jemaah Ahmadiyah Minta di Kolom Agama E-KTP Ditulis Islam

Jemaah Ahmadiyah minta dalam kolom agama e-KTP ditulis Islam.


Warga Ahmadiyah di Manislor Desak Pemerintah Terbitkan E-KTP

24 Juli 2017

Warga Ahmadiyah di Manislor Desak Pemerintah Terbitkan E-KTP

Jemaah Ahmadiyah di Kuningan meminta Ombudsman mendorong pemerintah daerah setempat untuk menerbitkan e-KTP bagi warga Manislor yang juga Ahmadiyah.


Tjahjo Kumolo Dukung Ahmadiyah Dapat E-KTP, Kolom Agama Kosong

24 Juli 2017

Tjahjo Kumolo Dukung Ahmadiyah Dapat E-KTP, Kolom Agama Kosong

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mendukung jemaah Ahmadiyah untuk tetap mendapatkan kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP.


Human Rights Watch: Larangan Atas Ahmadiyah Melahirkan Kekerasan

14 Juni 2017

Human Rights Watch: Larangan Atas Ahmadiyah Melahirkan Kekerasan

Sejak ada SKB tiga menteri, kata Andreas, semakin banyak masyarakat Indonesia yang intoleran.