Komentari Soal Ismail Bolong, Eks Wakapolri: Banyak yang Lebih Besar

Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI) Oegroseno menargetkan mampu menyumbang medali emas bagi kontigen Indonesia di SEA Games Manila 2019, Jakarta, Senin, 2 September 2019. TEMPO/IRSYAN

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Kepala Kepolisian RI Oegroseno mengatakan, perkara mafia tambang yang menyangkut aparat kepolisian merupakan hal yang pelik di Indonesia. Ia menyebut kasus Ismail Bolong hanya segelintir kasus saja.

Hal tersebut disampaikan Oegroseno pada Jum'at, 25 November 2022 lalu. Dalam acara diskusi di kanal YouTube Abraham Samad, ia berkata pelibatan aparat merupakan salah satu modus dalam bisnis tambang ilegal.

Oegroseno menjelaskan para mafia tambang memanfaatkan aparat penegak hukum di daerah untuk menguasai areal pertambangan. Ia menyebut mafia tambang menggunakan aparat penegak hukum untuk melakukan kriminalisasi bagi orang yang menghalangi aktivitas tambangnya.

Baca juga: Komitmen Bersih-bersih Polri dari Mafia Tambang, Kapolri: Dimulai dari Kasus Ismail Bolong

"Jadi seperti ini lah modusnya. Mafia tambang menyuap polisi-polisi daerah yang jauh dari pusat," ujar Oegroseno.

Ia menambahkan penggerakan aparat hukum untuk aktivitas tambang biasanya dilakukan oleh tambang ilegal. Sebab, kata dia, mafia tambang perlu perlindungan dari aparat agar terbebas dari jerat hukum.

"Nah kalau sudah punya kerja sama seperti itu, nanti mafia tambang ini tinggal jualan paper lagi jadi broker tambang," kata dia.

Wakapolri periode 2013-2014 tersebut menambahkan praktik mafia tambang seperti itu terjadi di hampir di seluruh daerah di Indonesia. Terlebih, ia berkata, dengan aturan sekarang bisa menghidupkan izin usaha pertambangan (IUP) dengan legal opinion dari jaksa pengacara negara (JPN).

"Ya, saya kira seperti itu adanya," kata Oegroseno.

Baca juga: Soal Setoran Tambang Ilegal ke Pejabat Polri, Hendra Kurniawan: Tunggu Saja Ismail Bolong Sedang Dicari






PPATK Sebut Rp 1 Triliun Lebih Hasil Tambang Ilegal Mengalir ke Partai Politik

16 hari lalu

PPATK Sebut Rp 1 Triliun Lebih Hasil Tambang Ilegal Mengalir ke Partai Politik

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK mengungkapkan ada lebih dari Rp 1 Triliun dana hasil pertambangan ilegal yang mengalir ke partai politik.


Bareskrim Polri Menunggu Status P21 Berkas Ismail Bolong dari Kejaksaan Agung

16 hari lalu

Bareskrim Polri Menunggu Status P21 Berkas Ismail Bolong dari Kejaksaan Agung

Sampai dengan saat ini Bareskrim Polri masih menunggu jawaban dari JPU terkait kelengkapan berkas perkara P21 dari tersangka Ismail Bolong.


Bareskrim Polri Limpahkan Berkas Kasus Ismail Bolong Hari Ini

27 hari lalu

Bareskrim Polri Limpahkan Berkas Kasus Ismail Bolong Hari Ini

Agus Andrianto yang namanya disebut-sebut dalam video tersebut membantah ia menerima uang dari Ismail Bolong.


Pengamat Sebut Polri Belum Menyelesaikan Kasus secara Substansial

36 hari lalu

Pengamat Sebut Polri Belum Menyelesaikan Kasus secara Substansial

Bambang menilai mindset Polri yang masih berkutat di kuantitas kasus yang ditangani akan menghambat reformasi di tubuh institusi tersebut.


Kapolri Minta Maaf soal Kasus Ferdy Sambo, Tragedi Kanjuruhan, dan Teddy Minahasa

37 hari lalu

Kapolri Minta Maaf soal Kasus Ferdy Sambo, Tragedi Kanjuruhan, dan Teddy Minahasa

Kapolri meminta maaf karena kasus Ferdy Sambo, Tragedi Kanjuruhan dan Teddy Minahasa menunjukkan perilaku anggotanya yang tak sesuai harapan.


Kaleidoskop 2022: Kisruh Pertambangan Sepanjang Tahun, dari Wadas sampai Sangihe

38 hari lalu

Kaleidoskop 2022: Kisruh Pertambangan Sepanjang Tahun, dari Wadas sampai Sangihe

Lima masalah tambang menjadi sorotan oleh publik karena langsung bersingungan dengan masyarakat dalam kaleidoskop 2022.


Berkas Ismail Bolong P19, JPU belum Kembalikan ke Bareskrim

41 hari lalu

Berkas Ismail Bolong P19, JPU belum Kembalikan ke Bareskrim

Berkas perkara tambang ilegal yang melibatkan Ismail Bolong mandek di Kejaksaan Agung.


Berkas Ismail Bolong Cs Dikembalikan ke Penyidik, Aktivis: Jangan Masalah Perizinan Tambang Saja

42 hari lalu

Berkas Ismail Bolong Cs Dikembalikan ke Penyidik, Aktivis: Jangan Masalah Perizinan Tambang Saja

Polri didesak menelusuri tindak pidana pencucian uang dan suap yang dilakukan Ismail Bolong.


Mabes Polri Tanggapi Ucapan Kamaruddin Simanjuntak soal Polisi Mengabdi ke Mafia

43 hari lalu

Mabes Polri Tanggapi Ucapan Kamaruddin Simanjuntak soal Polisi Mengabdi ke Mafia

"Polisi rata-rata mengabdi kepada negara selama seminggu, tiga minggu lagi mengabdi pada mafia," ucap Kamaruddin Simanjuntak


Kejaksaan Kembalikan Berkas Ismail Bolong Cs, Polri: Ada Waktu 14 Hari

45 hari lalu

Kejaksaan Kembalikan Berkas Ismail Bolong Cs, Polri: Ada Waktu 14 Hari

Polri telah menerima pengembalian berkas kasus izin tambang ilegal di Kalimantan Timur dengan tersangka yakni Ismail Bolong, Rinto, dan Budi