Soal Setoran Tambang Ilegal ke Pejabat Polri, Hendra Kurniawan: Tunggu Saja Ismail Bolong Sedang Dicari

Mantan Kepala Biro Paminal Divisi Propam Polri Hendra Kurniawan sebelum sidang perkara obstruction of justice pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 24 November 2022 Tempo/Eka Yudha Saputra

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Kepala Biro Pengamanan Internal Divisi Propam Polri, Hendra Kurniawan, meminta kepada awak media agar menunggu kepolisian menangkap Ismail Bolong agar pengungkapan dugaan setoran tambang batu bara ilegal ke pejabat Polri terang benderang.

Hendra Kurniawan membenarkan dokumen laporan hasil penyelidikan Biro Pengamanan Internal Divisi Propam Polri terkait penyelidikan dugaan setoran tambang batu bara ilegal di Kaltim ke pejabat utama Polri, setelah mengikuti sidang obstruction of justice pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 24 November 2022.

“Tunggu saja, Ismail Bolong kan nanti ada, sedang dicari,” kata Hendra Kurniawan ketika ditanya wartawan apakah telah memeriksa Kabareskrim dan Kapolda Kalimantan Timur dalam penyelidikan Biro Paminal Propam Polri.

Baca juga: Kasus Ismail Bolong, ProDem: Polri Harus Pertanggungjawabkan Hasil Penyelidikan

Hendra Kurniawan mengatakan laporan hasil penyelidikan yang ia teruskan ke atasannya saat itu, Kadiv Propam Polri Inspektur Jenderal Ferdy Sambo, sesuai fakta dan meminta agar menanyakannya ke pihak berwenang. Ia juga membenarkan memeriksa langsung Ismail Bolong.

“Iya langsung (memeriksa Ismail Bolong). Tanyakan pada pejabat yang berwenang saja ya. Kan ada datanya, tidak fiktif,” ujar Hendra.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan anak buahnya segera menangkap bekas anggota Satuan Intel dan Keamanan Polres Samarinda Ajun Inspektur Satu Ismail Bolong.

“Saya sudah perintahkan untuk menangkap Ismail Bolong. Kita tunggu saja,” kata Sigit pada Jumat, 18 November 2022.

Ismail Bolong ramai diperbincangkan publik saat video pengakuannya sebagai pemain tambang ilegal di Kalimantan Timur viral pada awal November lalu. Ismail mengatakan menjual batu bara ilegal itu kepada Tan Paulin. Trader batu bara asal Surabaya itu diduga sering beranjangsana ke beberapa pejabat Polri.

Ismail juga mengaku menyetor uang kepada anggota hingga pejabat Polri. Dalam sebulan, Ismail dan para pemain tambang ilegal lainnya mengumpulkan sekitar Rp 10 miliar yang disetor satu pintu melalui Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Timur.

Tak lama kemudian, Ismail membuat video yang mengklarifikasi pernyataannya sendiri. Dia mengaku testimoni awal ihwal setoran kepada pejabat Polri itu atas perintah Kepala Biro Pengamanan Internal Divisi Propam Polri Brigadir Jenderal Hendra Kurniawan di salah satu hotel pada Februari lalu. Namun Hendra, lewat kuasa hukumnya Henry Yosodiningrat membantah ucapan Ismail itu.

Ihwal keterangan Ismail yang berbeda-beda itu, Kapolri tak ingin hal tersebut menjadi polemik di masyarakat. “Dia pernah memberi testimoni, benar atau tidak, kami tidak tahu. Muncul video lagi yang menyampaikan dia memberikan testimoni karena dalam kondisi tekanan. Benar atau tidak, kami tak tahu. Supaya lebih jelas, makanya lebih baik tangkap saja. Kami perlu memeriksa Ismail Bolong,” ujar mantan ajudan Presiden Joko Widodo itu.

Sigit mengaku sudah mendengar laporan dari Biro Paminal Divisi Propam ihwal para pemain tambang ilegal yang dibekingi anggota hingga pejabat Polri pada Februari lalu. Sebagai tindak lanjut, Sigit mencopot Kapolda Kalimantan Timur ketika itu, Inspektur Jenderal Herry Rudolf Nahak dan beberapa pejabat lainnya.

Baca juga: Hendra Kurniawan Akui Ada Nama Kabareskrim dalam Kasus Ismail Bolong Cs

EKA YUDHA SAPUTRA | LINDA TRIANITA






Korban Terakhir Ledakan Tambang Batu Bara di Sawahlunto Dievakuasi, Total 10 Meninggal

24 menit lalu

Korban Terakhir Ledakan Tambang Batu Bara di Sawahlunto Dievakuasi, Total 10 Meninggal

Korban jiwa ledakan tambang batu bara di sawahlunto total mencapai 10 orang.


Kuasa Hukum Ismail Bolong Tantang Ferdy Sambo Cs Beberkan Soal Pemeriksaan Kliennya

3 jam lalu

Kuasa Hukum Ismail Bolong Tantang Ferdy Sambo Cs Beberkan Soal Pemeriksaan Kliennya

Kuasa hukum Ismail Bolong meminta Ferdy Sambo membeberkan pemeriksaan yang dilakukan Divisi Propam Polri terhadap kliennya.


Tambang Batu Bara di Sawahlunto Meledak: 4 Pekerja Tewas, 9 Luka dan 6 Masih Terjebak

5 jam lalu

Tambang Batu Bara di Sawahlunto Meledak: 4 Pekerja Tewas, 9 Luka dan 6 Masih Terjebak

Empat orang dilaporkan meninggal dunia setelah lubang tambang batu bara milik PT NAL yang terletak di Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Sumatra Barat


Aliansi Reformasi KUHP Tuntut Kapolri Minta Maaf Soal Pernyataannya Terkait Bom Polsek Astanaanyar

6 jam lalu

Aliansi Reformasi KUHP Tuntut Kapolri Minta Maaf Soal Pernyataannya Terkait Bom Polsek Astanaanyar

Aliansi Reformasi KUHP menilai pernyataan Kapolri Listyo Sigit menyudutkan kelompok masyarakat sipil penolak RKUHP yang baru disahkan DPR.


Desak Ferdy Sambo Buktikan Tuduhan Suap Ismail Bolong ke Petinggi Polri, Pengacara: Kalau Dia Prank Gimana?

8 jam lalu

Desak Ferdy Sambo Buktikan Tuduhan Suap Ismail Bolong ke Petinggi Polri, Pengacara: Kalau Dia Prank Gimana?

Ferdy Sambo diminta membuktikan ucapannya soal tuduhan Ismail Bolong menyuap petinggi Polri dalam kasus tambang ilegal.


Ditreskrimsus Polda Kaltim Tangkap 14 Pelaku Tambang Ilegal

18 jam lalu

Ditreskrimsus Polda Kaltim Tangkap 14 Pelaku Tambang Ilegal

Kepolisian Daerah Kalimantan Timur menangkap 14 pelaku tambang ilegal.


Soal Aliran Dana Tambang Ilegal Ismail Bolong, Ini Kata Wakil Ketua KPK

1 hari lalu

Soal Aliran Dana Tambang Ilegal Ismail Bolong, Ini Kata Wakil Ketua KPK

Wakil Ketua KPK Johanis Tanak menyatakan belum menerima laporan soal adanya aduan aliran dana Ismail Bolong ke sejumlah perwira Polri.


Korban Tragedi Kanjuruhan Buat Surat Pengaduan Masyarakat Terhadap Kapolri dan Kabareskrim

1 hari lalu

Korban Tragedi Kanjuruhan Buat Surat Pengaduan Masyarakat Terhadap Kapolri dan Kabareskrim

Korban Tragedi Kanjuruhan menantang Kapolri dan Kaberskrim untuk membongkar ulang konstruksi hukum penanganan perkara ini.


Kejagung Belum Terima SPDP Ismail Bolong

1 hari lalu

Kejagung Belum Terima SPDP Ismail Bolong

Kejaksaan Agung menyatakan penyidik Bareskrim Polri belum menyerahkan SPDP kasus Ismail Bolong.


Ferdy Sambo Batal Bersaksi di Sidang Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria

1 hari lalu

Ferdy Sambo Batal Bersaksi di Sidang Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria

Ferdy Sambo tak jadi bersaksi dalam sidang Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria karena pemeriksaan saksi fakta belum kelar.